Tabung Gas Oplosan Beredar, Warga Diimbau Jangan Tergiur Harga Murah

Tabung Gas Oplosan Beredar, Warga Diimbau Jangan Tergiur Harga Murah (Foto: Taufik Budi)

SEMARANG, SemarangSatu.com — Tabung gas melon 3 kilogram yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil ternyata menjadi ladang bisnis mafia LPG. Polisi menemukan praktik pemindahan isi gas subsidi ke tabung besar yang dijual kembali dengan harga tinggi.

Sepanjang April 2026, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng mengungkap sedikitnya 10 kasus penyalahgunaan LPG subsidi di berbagai daerah. Praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan warga karena dilakukan tanpa standar keamanan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Pol Djoko Julianto mengatakan, pelaku memindahkan isi tabung LPG 3 kilogram ke tabung non-subsidi ukuran 5,5 kilogram, 12 kilogram, hingga 50 kilogram. Selisih harga itulah yang menjadi sumber keuntungan besar para pelaku.

“Ditemukan praktik pengoplosan dan pemindahan isi gas dari tabung bersubsidi 3 kilogram ke tabung non-subsidi ukuran besar. Ini sangat berbahaya karena dilakukan tanpa prosedur resmi,” kata Djoko.

Dalam operasi tersebut, polisi menyita 2.702 tabung LPG 3 kilogram dan ratusan tabung non-subsidi berbagai ukuran. Sejumlah alat suntik gas, selang, regulator, dan perlengkapan ilegal lain juga turut diamankan sebagai barang bukti.

Yang paling mengkhawatirkan, aktivitas penyuntikan gas itu banyak dilakukan di kawasan permukiman padat penduduk. Risiko kebocoran gas hingga ledakan besar menjadi ancaman nyata bagi warga sekitar yang tidak mengetahui aktivitas ilegal tersebut.

PT Pertamina Patra Niaga juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur membeli LPG murah dari sumber yang tidak resmi. Gas hasil oplosan dinilai berpotensi memicu kebakaran karena proses pemindahannya tidak memenuhi standar keselamatan.

“Produk hasil oplosan ini berpotensi membahayakan karena valve bisa rusak dan dapat memicu kebakaran. Kami minta masyarakat membeli LPG hanya di tempat resmi,” ujar Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional JBT Fanda Chrismianto.

Polisi meminta masyarakat aktif melapor jika menemukan praktik mencurigakan serupa. Sebab, keberhasilan pengungkapan mafia LPG selama ini juga banyak berasal dari informasi warga yang resah dengan aktivitas ilegal di lingkungan mereka.

 

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *