Mobil Bertangki Siluman Sedot Solar Subsidi, Polisi Bongkar Mafia BBM Rp12 Miliar

Mobil Bertangki Siluman Sedot Solar Subsidi, Polisi Bongkar Mafia BBM Rp12 Miliar (Foto: Taufik)

SEMARANG, SemarangSatu.com — Kendaraan pribadi yang tampak biasa ternyata disulap menjadi tangki berjalan untuk memborong solar dan pertalite subsidi. Modus inilah yang paling banyak ditemukan Polda Jawa Tengah saat membongkar jaringan mafia BBM subsidi sepanjang April 2026.

Dalam operasi serentak bersama jajaran Polres dan PT Pertamina Patra Niaga, polisi berhasil mengungkap 53 perkara penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi. Dari pengungkapan itu, sebanyak 60 tersangka diamankan bersama ribuan liter bahan bakar dan puluhan kendaraan modifikasi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Pol Djoko Julianto menjelaskan, para pelaku membeli biosolar dan pertalite di SPBU menggunakan barcode resmi. Setelah itu, BBM bersubsidi tersebut dijual kembali ke sektor industri dengan harga non-subsidi untuk meraup keuntungan besar.

“Mobil pribadi dimodifikasi secara manual dengan tangki tambahan di dalam kendaraan. Mereka membeli BBM subsidi lalu dijual kembali ke sektor industri demi mencari selisih keuntungan,” ujar Djoko saat konferensi pers di Mako Ditreskrimsus Polda Jateng, Selasa (5/5/2026).

Tak hanya itu, polisi juga menemukan praktik penggunaan banyak pelat nomor kendaraan agar barcode pembelian BBM subsidi bisa dipakai berulang kali. Cara ini membuat pelaku terlihat seolah melakukan transaksi normal, padahal sebenarnya sedang melakukan penimbunan.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita 3.824 liter biosolar, 7.160 liter pertalite, serta puluhan kendaraan roda empat yang sudah dimodifikasi. Beberapa kendaraan bahkan dibuat menyerupai tangki mini agar mampu menampung BBM dalam jumlah besar tanpa mudah dicurigai.

Djoko menegaskan, praktik ini bukan sekadar pelanggaran ekonomi biasa, tetapi ancaman nyata terhadap hak masyarakat kecil. Subsidi yang seharusnya dinikmati nelayan, petani, dan warga kecil justru disedot mafia untuk kepentingan bisnis ilegal.

“Ini bukan hanya pelanggaran aturan, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan dan ekonomi bangsa. Subsidi negara harus sampai kepada masyarakat yang memang berhak menerima,” tegasnya.

Polda Jateng memastikan pengembangan kasus masih terus dilakukan untuk membongkar jaringan yang lebih besar. Polisi juga membuka kemungkinan adanya keterlibatan oknum dalam rantai distribusi BBM subsidi di sejumlah wilayah.

 

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *