Tegalwaton Membeludak, Balap Kuda Piala Raja Mangkunegaran Diserbu 30 Ribu Pengunjung

Tegalwaton Membeludak, Piala Raja Mangkunegaran Diserbu 30 Ribu Pengunjung (Foto: Taufik)

SEMARANG, SemarangSatu.com – Gelombang manusia terus memasuki Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Minggu (10/5/2026). Sejak pagi, area pacuan yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi lautan penonton. Tribun penuh, area reguler sesak, sementara deretan kendaraan mengular hingga luar kawasan arena.

Tak sedikit pengunjung datang bersama keluarga membawa tikar, kamera, bahkan mengenakan kain tradisional Jawa untuk menikmati atmosfer berbeda di ajang IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026.

Panitia awalnya tak menyangka antusiasme masyarakat akan sebesar itu. Namun memasuki siang hari, angka pengunjung terus melonjak tajam. Hingga pukul 12.00 WIB, jumlah penonton tercatat sudah mencapai 17.313 orang dan yerus bertambah hingga lebih dari 30.000 orang.

Ledakan penonton tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pacuan kuda perlahan kembali menemukan momentumnya sebagai hiburan rakyat. Setelah lama identik dengan olahraga kalangan tertentu, kini pacuan kuda mulai menarik perhatian masyarakat luas, terutama generasi muda.

Kejuaraan kali ini memang terasa berbeda. Selain menjadi seri ketiga Indonesia’s Horse Racing 2026, ajang tersebut juga menjadi pertama kalinya Piala Raja Mangkunegaran diperebutkan dalam pacuan nasional.

Nuansa budaya Jawa terasa begitu kental. Banyak pengunjung datang berkain, sementara opening ceremony menghadirkan pertunjukan seni khas Mangkunegaran yang memadukan unsur tradisi dan hiburan modern.

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara X mengaku sangat bahagia melihat arena pacuan dipenuhi masyarakat dari berbagai kalangan.

“Kita melihat masyarakat hari ini senang berkumpul semua dengan keluarganya, dengan anak-anaknya, dengan teman-temannya. Itu yang paling berharga untuk kita,” ujarnya.

Baginya, Piala Raja Mangkunegaran bukan sekadar ajang olahraga. Event tersebut menjadi medium untuk mempertemukan budaya, hiburan, dan kehidupan sosial masyarakat dalam satu ruang yang sama.

Ketua Umum PP Pordasi Aryo Djojohadikusumo juga mengaku terkejut melihat lonjakan jumlah penonton yang jauh melampaui ekspektasi awal penyelenggara.

“Jam 12 saja sudah lebih dari 17 ribu orang. Biasanya makin sore makin ramai,” katanya.

Menurut Aryo, tingginya antusiasme itu membuktikan pacuan kuda memiliki masa depan besar di Indonesia jika dikemas secara kreatif dan modern.

Karena itu, Pordasi bersama Sarga.Co mencoba menghadirkan konsep sportainment yang tidak hanya menjual balapan, tetapi juga pengalaman menyenangkan untuk seluruh keluarga.

Di luar arena lintasan, pengunjung bisa menikmati area santai, kuliner, hiburan musik, hingga pembagian es krim gratis yang menjadi salah satu daya tarik acara.

Managing Director Sarga Group, Nugdha Achadie, mengatakan konsep tersebut sengaja dirancang agar masyarakat memiliki pengalaman baru saat datang ke arena pacuan.

“Menonton IHR bukan hanya tentang adrenalin mengikuti pertarungan kuda-kuda terbaik, tetapi juga menikmati keriaan bersama keluarga dan teman,” ujarnya.

Selain itu, sebanyak 147 kuda dari 12 daerah turut ambil bagian dalam 18 kelas berbeda dengan total hadiah mencapai Rp600 juta.

Sorotan utama tertuju pada Kelas Terbuka Handicap 2.000 meter Piala Raja Mangkunegaran dan Kelas 3 Tahun Derby 1.600 meter Triple Crown Serie 2 yang menjadi penentuan penting dalam perburuan gelar Triple Crown Indonesia tahun ini.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *