SEMARANG, SemarangSatu.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat tren positif dalam upaya menekan jumlah pelanggan yang salah naik kereta api. Dalam dua tahun terakhir, angka kejadian tersebut terus mengalami penurunan.
Data KAI Daop 4 Semarang menunjukkan sebanyak 231 pelanggan salah naik kereta api sepanjang tahun 2024. Setahun kemudian jumlah tersebut turun menjadi 162 pelanggan atau berkurang sekitar 30 persen.
Sementara pada periode 1 Januari hingga 4 Juni 2026, tercatat 104 pelanggan mengalami salah naik kereta api di sejumlah stasiun wilayah Daop 4 Semarang.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan penurunan tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran pelanggan serta efektivitas berbagai upaya pelayanan yang dilakukan KAI.
Meski demikian, pihaknya masih menemukan pelanggan yang kurang teliti saat boarding sehingga berpotensi salah memasuki rangkaian kereta.
“Kami menghimbau seluruh pelanggan kereta api untuk selalu memeriksa kembali nama kereta api, nomor perjalanan, relasi, jam keberangkatan, serta peron keberangkatan sebelum naik ke dalam kereta. Ketelitian pelanggan sangat penting agar perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan sesuai tujuan,” ujar Luqman.
Menurutnya, pelanggan yang salah naik kereta dapat mengalami kendala perjalanan karena harus diturunkan di stasiun terdekat yang memungkinkan dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.
Karena itu, KAI terus memperkuat sistem informasi melalui petugas boarding, papan informasi elektronik, monitor stasiun, aplikasi Access by KAI, hingga pengumuman dari petugas announcer.
“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk selalu teliti dan tidak terburu-buru saat akan naik kereta api,” tutup Luqman.




