Selamatkan Pesisir Utara Semarang, Mahasiswa Universitas Telogorejo Tanam 1.000 Mangrove di Tambakrejo
SEMARANG, SemarangSatu.com – Pesisir utara Kota Semarang terus menghadapi ancaman abrasi, rob, dan kerusakan ekosistem pantai. Bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia, Jumat (24/7/2026), mahasiswa Universitas Telogorejo (UNTS) Semarang turun langsung ke Kampung Tambakrejo, Kecamatan Semarang Utara, untuk melakukan aksi nyata konservasi dengan menanam 1.000 bibit mangrove dan menebarkan bibit ikan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang melibatkan organisasi mahasiswa (ORMAWA) lintas program studi. Mengusung tema “Pesisir Berdaya, Pangan Terjaga: Kolaborasi ORMAWA UNTS dalam Konservasi Mangrove dan Budidaya Perikanan Berkelanjutan di Tambakrejo Menuju SDGs 2030”, aksi ini diarahkan untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.

Mahasiswa yang terlibat berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Himpunan Mahasiswa (HIMA) S1 Keperawatan, HIMA S1 Kebidanan, HIMA S1 Fisioterapi, HIMA S1 Farmasi, serta Program Studi S1 Kewirausahaan dan S1 Bisnis Digital. Keterlibatan lintas organisasi itu menunjukkan bahwa isu lingkungan pesisir tidak hanya menjadi tanggung jawab satu bidang ilmu, melainkan kepedulian bersama.

Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat, Alumni, dan Kemahasiswaan (LPMAK) Universitas Telogorejo Semarang mengatakan penanaman mangrove dan penyebaran bibit ikan merupakan bentuk kontribusi nyata kampus terhadap kelestarian kawasan pesisir.
“Hari ini kita bersama-sama melaksanakan penanaman 1.000 pohon mangrove dan penyebaran bibit ikan sebagai bentuk kontribusi nyata Universitas Telogorejo Semarang dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi seluruh organisasi mahasiswa dari setiap program studi untuk belajar melestarikan lingkungan, memahami pentingnya konservasi ekosistem pesisir, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap keberlanjutan alam,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat, sekaligus membangun karakter, jiwa kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, dan kepedulian sosial.
Pemilihan Kampung Tambakrejo sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kawasan di Semarang Utara tersebut merupakan wilayah pesisir yang membutuhkan upaya konservasi secara berkelanjutan. Keberadaan mangrove sangat penting karena berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari abrasi dan gelombang pasang, menjadi habitat berbagai biota laut, menyerap karbon, serta membantu menjaga kualitas perairan.
Selain penanaman mangrove, mahasiswa juga menebarkan bibit ikan sebagai upaya menjaga populasi ikan di perairan sekitar Tambakrejo. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor kelautan dan perikanan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, Universitas Telogorejo Semarang berharap kesadaran untuk menjaga pesisir utara Semarang terus tumbuh. Kampus menegaskan bahwa pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan Universitas Telogorejo Semarang terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), Tujuan 14 (Ekosistem Laut), Tujuan 15 (Ekosistem Daratan), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Sejalan dengan tagline “Educating Minds, Touching Lives”, Universitas Telogorejo Semarang berharap aksi konservasi seperti ini tidak berhenti sebagai peringatan tahunan semata, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan untuk menjaga pesisir utara Semarang agar tetap produktif, aman, dan lestari bagi generasi mendatang.




