SRAGEN, SemarangSatu.com — Pembangunan jalan melalui Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, mulai memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya para petani yang setiap hari bergantung pada akses jalan menuju sawah.
Sebagian besar warga Desa Puro diketahui berprofesi sebagai petani yang rutin beraktivitas di lahan pertanian mereka setiap hari.
Pengecoran jalan sepanjang 1,1 kilometer yang dilakukan oleh Satgas TMMD kini mulai dirasakan manfaatnya oleh warga, terutama dalam memperlancar mobilitas menuju area persawahan.
Sarbiaanto, salah satu petani di Desa Puro, mengaku kini akses menuju sawah menjadi jauh lebih mudah dan aman dibandingkan sebelumnya.
“Sekarang lebih mudah dan lancar, dan tidak takut tergelincir kalau pergi ke sawah,” ujarnya, Jumat (8/6/2026).
Ia mengatakan kondisi jalan sebelumnya cukup menyulitkan, terutama saat musim hujan karena jalan menjadi licin dan berbahaya untuk dilalui.
Menurutnya, pembangunan jalan cor beton tersebut sangat membantu aktivitas para petani yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut untuk menggarap sawah.
Ia juga menilai kehadiran Satgas TMMD memiliki peran besar dalam percepatan pembangunan infrastruktur desa.
“Ini semua berkat adanya Satgas TMMD, kalau tidak ada mungkin jalan sepanjang 1,1 kilometer ini belum dibangun dalam waktu dekat,” katanya.
Manfaat serupa juga dirasakan Legimin (42), warga yang setiap hari menggunakan akses jalan tersebut untuk menuju lahan pertaniannya.
Ia mengungkapkan sebelumnya kondisi jalan sangat sulit dilalui, terutama saat hujan karena berlumpur, bergelombang, dan licin.
“Sebelumnya jalan di sini susah dilalui apalagi kalau hujan, bergelombang dan berlumpur, jadi rawan tergelincir saat naik motor,” tuturnya.
Legimin mengaku kini merasa jauh lebih tenang setelah jalan diperbaiki melalui program TMMD.
“Saya sangat bersyukur. Berkat TMMD ini jalan jadi bagus, mulus, tidak licin lagi. Jadi saya tidak khawatir lagi kalau pergi ke sawah walaupun hujan,” ujarnya.
Program TMMD Reguler ke-128 di Desa Puro tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyasar peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
Dengan perbaikan akses jalan tersebut, aktivitas ekonomi warga, khususnya sektor pertanian, diharapkan semakin lancar dan produktif.




