Atap Bocor Setiap Hujan, Rumah Reyot Suparno dan Aris Dibedah TMMD Sragen

 

SRAGEN, SemarangSatu.com – Hujan bagi Suparno bukan hanya tentang cuaca, tetapi tentang kecemasan yang selalu datang berulang. Setiap tetes air yang jatuh dari atap rumahnya membuat ia harus menyiapkan ember, memindahkan barang-barang, dan berharap malam segera berlalu tanpa kebocoran yang semakin parah.

Di rumah sederhana miliknya di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, hidup berjalan dalam keterbatasan yang panjang. Dinding yang mulai lapuk, genteng yang tak lagi kokoh, dan ruangan sempit yang lembap menjadi bagian dari keseharian yang harus dijalani bersama keluarga.

Bukan hanya Suparno, kondisi serupa juga dialami Aris, warga Dukuh Lemah Ireng, Desa Pelemgadung. Rumah yang ia tempati selama ini jauh dari kata nyaman, namun keterbatasan ekonomi membuat perbaikan besar hanya menjadi harapan yang terus tertunda.

Setiap sudut rumah Aris menyimpan cerita perjuangan hidup. Saat malam datang dan hujan turun, rasa khawatir selalu muncul karena bangunan yang sudah menua tak lagi memberi rasa aman seperti dulu.

Harapan itu akhirnya datang melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen. Lewat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), rumah-rumah sederhana yang selama ini nyaris terlupakan mulai disentuh perubahan nyata.

Di rumah Suparno, para prajurit Satgas TMMD datang sejak pagi dengan membawa semangat gotong royong. Suara palu, langkah kaki, dan aktivitas pembangunan menjadi pertanda bahwa rumah yang dulu hanya bertahan seadanya kini mulai dibenah

Dinding yang rusak diperbaiki satu per satu, atap bocor diganti, dan bagian rumah yang sebelumnya membahayakan perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak. Warga sekitar pun ikut membantu, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan.

Suparno mengaku tak pernah menyangka rumahnya akan mendapat perhatian sebesar itu. Baginya, bantuan tersebut terasa seperti jawaban dari doa panjang yang selama ini hanya ia simpan sendiri.

“Saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dan semua yang membantu. Rumah saya dulu banyak yang rusak, kalau hujan sering bocor. Sekarang sudah mulai diperbaiki, rasanya seperti mimpi,” ujar Suparno dengan mata berkaca-kaca, Selasa (28/4/2026).

Di tempat berbeda, Aris juga merasakan harapan yang sama. Proses rehabilitasi rumahnya dimulai dari pengukuran bangunan oleh Serka Sugeng, Babinsa setempat, yang memastikan setiap sisi rumah diperhatikan dengan detail agar hasilnya benar-benar sesuai kebutuhan.

Bagi Aris, langkah awal itu terasa sangat berarti. Bukan sekadar pengukuran rumah, tetapi tanda bahwa kehidupan keluarganya akan segera berubah menjadi lebih baik.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Semoga nanti rumah ini bisa lebih nyaman untuk keluarga,” ucap Aris penuh harap.

Serka Sugeng menjelaskan bahwa TMMD bukan hanya soal membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun hubungan sosial antara TNI dan masyarakat. Karena itu, keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan.

 

 

 

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *