SEMARANG, semarangsatu.com – Suasana Balai Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berubah menjadi ruang belajar yang meriah, Sabtu (25/4/2026). Puluhan emak-emak kader PKK mengikuti pelatihan merias dalam rangka memeringati Hari Kartni.
Para peserta terlihat kompak mengenakan batik berwarna merah yang menciptakan nuansa semangat dan kebersamaan sejak awal acara dimulai. Warna yang identik dengan keberanian itu menjadi simbol semangat Kartini yang terus hidup dalam diri para perempuan masa kini.
Pelatihan merias ini diselenggarakan oleh Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Kabupaten Semarang sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pemberdayaan perempuan. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai pelatihan, tetapi juga sebagai sarana berbagi pengalaman dan memperkuat jaringan antar perempuan di tingkat desa.
Peserta diajarkan teknik dasar make up mulai dari penggunaan foundation, bedak, hingga cara merias mata dan bibir dengan benar. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi penting tentang perawatan wajah agar kulit tetap sehat dan terawat meski aktivitas sehari-hari cukup padat.
Wakil Ketua GWS Kabupaten Semarang, Cici Anggoro, mengatakan bahwa kegiatan ini mendorong perempuan untuk lebih percaya diri dan mandiri. Ia menegaskan bahwa keterampilan merias bukan hanya untuk penampilan, tetapi juga bisa menjadi peluang ekonomi jika dikembangkan lebih lanjut.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin para ibu memiliki keterampilan yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun untuk membuka peluang usaha di bidang kecantikan,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka saat mengikuti setiap sesi pelatihan yang diberikan oleh instruktur. Mereka tidak ragu bertanya, mencoba, bahkan saling membantu satu sama lain dalam mempraktikkan teknik merias yang diajarkan.
Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Viva Cosmetics yang menyediakan berbagai perlengkapan make up lengkap untuk kebutuhan pelatihan. Dengan adanya dukungan tersebut, para peserta dapat langsung mempraktikkan materi secara maksimal tanpa keterbatasan alat.
Para peserta mengaku senang bisa mengikuti pelatihan ini karena selain mendapatkan ilmu baru, mereka juga merasa lebih percaya diri dalam merawat diri. Banyak di antara mereka yang baru pertama kali mengikuti pelatihan make up secara langsung dengan fasilitas lengkap.
Selain pelatihan merias, kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran UMKM hasil karya warga setempat yang menampilkan berbagai produk unggulan desa. Mulai dari makanan olahan hingga kerajinan tangan dipamerkan sebagai bentuk nyata kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Semangat Kartini harus diwujudkan dalam bentuk nyata, salah satunya melalui peningkatan kapasitas perempuan di berbagai bidang,” terangnya.




