Dendam Turun-temurun Diduga Jadi Motif Pelajar Rusak Sekolah di Kebumen

Dendam Turun-temurun Diduga Jadi Motif Pelajar Rusak Sekolah di Kebumen (Foto: Ist)

KEBUMEN, SemarangSatu.com — Polres Kebumen mengungkap dugaan motif di balik aksi perusakan sekolah yang melibatkan 22 pelajar setingkat SMK di Kabupaten Kebumen. Berdasarkan hasil pendalaman sementara, aksi tersebut diduga dipicu dendam antarsekolah yang telah berlangsung turun-temurun.

Permusuhan itu disebut terus diwariskan dari kakak kelas kepada adik kelas tanpa alasan yang jelas. Tradisi konflik antarpelajar tersebut akhirnya kembali memicu aksi perusakan fasilitas sekolah pada Kamis malam, 7 Mei 2026.

Sekolah yang menjadi sasaran perusakan diketahui adalah SMK TKM Teknik Kebumen. Ironisnya, para pelajar yang diamankan bukan berasal dari sekolah tersebut.

Jajaran Polres Kebumen kemudian mengamankan 22 pelajar saat patroli pada Jumat (8/5/2026). Mereka selanjutnya menjalani pembinaan di Gedung Tribrata Polres Kebumen bersama orang tua, perangkat desa, dan pihak sekolah masing-masing.

Dalam proses pembinaan, para pelajar tampak menyesali perbuatan mereka. Sejumlah orang tua bahkan mengaku tidak mengetahui anak-anak mereka ikut terlibat aksi perusakan sekolah.

Kabagops Polres Kebumen Kompol Mardi mengatakan konflik antarpelajar seperti itu tidak boleh terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurutnya, pengawasan keluarga dan lingkungan sekolah sangat penting untuk memutus rantai permusuhan yang selama ini berkembang di kalangan pelajar.

“Kurangnya pengawasan orang tua menjadi salah satu faktor munculnya permasalahan sosial. Komunikasi dalam keluarga dan pengawasan penggunaan media sosial juga perlu diperhatikan,” kata Kompol Mardi.

Ia meminta seluruh pihak mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan dan musyawarah agar konflik antarsekolah tidak berkembang menjadi aksi kekerasan.

Sebagai langkah pembinaan, para pelajar yang terlibat diwajibkan menjalani wajib lapor dua kali dalam sepekan guna memantau perkembangan perilaku mereka.

Polres Kebumen juga mendorong sekolah-sekolah untuk membangun kegiatan positif bersama demi menghilangkan sekat permusuhan antarpelajar.

“Kegiatan bersama seperti olahraga dan pembinaan pelajar diharapkan bisa mempererat hubungan antarsekolah,” ujarnya.

Pihak sekolah turut menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut. Kesiswaan SMK Nawa Bakti, Edi Wiyanto, mengatakan para siswa telah diberikan pembinaan agar tidak lagi terlibat konflik maupun tindakan merugikan.

Sementara pihak SMK Taman Karya menegaskan pendekatan yang dilakukan lebih mengutamakan pembinaan karena para pelajar masih memiliki masa depan panjang.

Kegiatan pembinaan kemudian ditutup dengan permohonan maaf para siswa kepada orang tua dan guru. Mereka juga menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi tindakan serupa di kemudian hari.

 

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *