Melihat Kamar Prajurit TMMD di Sragen: Empat Kasur dan Dua Kipas Angin

Melihat Kamar Prajurit TMMD di Sragen: Empat Kasur dan Dua Kipas Angin (Foto: Ist)

SRAGEN, SemarangSatu.com– Tak ada barak mewah, tak ada pendingin ruangan, dan tak ada tempat istirahat eksklusif bagi prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen. Selama bertugas di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, mereka memilih tinggal sederhana di rumah warga.

Satu kamar berukuran sedang dengan empat kasur lipat yang digelar berjajar, dua kipas angin, serta dinding kayu rumah joglo menjadi tempat mereka melepas lelah usai seharian bekerja membangun jalan desa.

Pemandangan itu terlihat di rumah milik Sri Indriastuti (65), warga Desa Puro yang dengan tulus membuka pintu rumahnya untuk para anggota Satgas TMMD. Kamar sederhana itu kini menjadi ruang istirahat sekaligus saksi kehangatan hubungan antara TNI dan masyarakat.

Kasur digelar rapi di lantai, bantal ditata sederhana, sementara cahaya matahari masuk dari jendela kecil yang terbuka. Tidak ada kemewahan, namun suasana hangat terasa begitu kuat.

Setelah seharian berjibaku dengan pengecoran jalan sepanjang 1.100 meter, para prajurit kembali ke kamar itu untuk beristirahat, berbincang, dan memulihkan tenaga sebelum kembali bekerja keesokan harinya.

Bagi mereka, tempat itu bukan sekadar ruang tidur, melainkan bagian dari pengalaman berharga selama menjalankan pengabdian di desa.

Sri Indriastuti mengaku senang rumahnya bisa ditempati anggota TNI selama program TMMD berlangsung. Ia merasa suasana rumah menjadi lebih hidup dan ramai.

“Kulo seneng, Pak. Wong TNI niku ramah-ramah, sopan, lan ora sungkan. Rasane koyo nduwe anak dewe,” ujar Sri sambil tersenyum.

Menurutnya, para prajurit tidak pernah menjaga jarak dengan warga. Mereka sering mengobrol santai, minum kopi bersama, bahkan bercanda seperti keluarga sendiri.

“Kadang ngobrol bareng, ngopi bareng, ketawa bareng. Senajan turune sederhana, tapi kebersamaane niku sing nggawe nyaman,” tambahnya.

Salah satu personel Satgas TMMD mengatakan, tinggal di rumah warga justru memberi motivasi lebih besar dalam bekerja. Kehangatan dan ketulusan warga menjadi penyemangat tersendiri.

Baginya, tidur beralas kasur sederhana bukanlah persoalan besar. Yang jauh lebih penting adalah hasil pekerjaan mereka benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Kehidupan sederhana itu justru memperkuat rasa kebersamaan. Tidak ada sekat antara prajurit dan warga, semua larut dalam semangat gotong royong dan pengabdian.

TMMD Reguler ke-128 di Desa Puro memang bukan hanya soal pembangunan fisik seperti jalan, talud, rumah layak huni, atau jamban sehat.

 

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *