Gunung Lawu Jadi Daya Tarik, Jalan Baru TMMD Akan Digelar Car Free Day

 

SRAGEN, SemarangSatu.com – Jalan cor baru sepanjang 1.100 meter di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, kini bukan hanya menjadi harapan baru bagi para petani, tetapi juga mulai disiapkan sebagai lokasi car free day dan pusat kegiatan UMKM warga.

Jalan yang menghubungkan Kampung Terik Kalang dengan Desa Puro itu menjadi salah satu sasaran andalan dalam program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen. Selama bertahun-tahun, jalur tersebut menjadi akses penting bagi puluhan petani untuk mengangkut hasil panen dari area persawahan.

Sedikitnya ada 58 petani padi yang menggantungkan aktivitas pertanian mereka pada jalan tersebut. Selain sebagai jalur usaha tani, jalan ini juga menjadi akses pintas pinggiran desa yang selama ini belum pernah tersentuh pembangunan secara maksimal.

Camat Karangmalang, Dani Wahyu Setiawan, mengatakan kawasan di kiri dan kanan jalan itu dulunya merupakan kebun tebu. Pada masa lalu, jalur tersebut digunakan sebagai lintasan lori pengangkut batang tebu menuju lokasi pengolahan.

“Jalan ini dari semenjak dari kebun tebu berubah menjadi sawah yang ditanami padi belum pernah diperbaiki atau dibangun. Itu karena jalan tersebut merupakan jalan pintas pinggiran dan berada di perbatasan dua desa, selain itu juga terkendala anggaran desa,” jelas Dani saat meninjau pembangunan, Selasa (28/4/2026).

Kini setelah jalan dibangun melalui program TMMD, pemerintah kecamatan mulai menyiapkan rencana yang lebih besar. Jalan yang memiliki pemandangan terbuka itu dinilai sangat potensial menjadi ruang publik baru bagi masyarakat.

“Rencana kami setelah jalan ini jadi akan kita adakan car free day dan event-event dengan melibatkan UMKM setempat. Tempat ini memiliki pemandangan yang bagus sekali, jika cuaca cerah kita bisa melihat Gunung Lawu yang gagah,” ujarnya.

Menurut Dani, keberadaan jalan baru ini tidak hanya memperlancar aktivitas pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. Kawasan tersebut dinilai bisa menjadi titik tumbuh usaha kecil masyarakat desa.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, manfaat pembangunan ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat dalam jangka panjang.

“Kami mewakili seluruh warga mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur Jateng, Pak Bupati Sragen, dan Komandan Kodim Sragen yang telah membangun jalan di wilayah Kecamatan Karangmalang. Semoga dengan jalan yang bagus ini bisa meningkatkan ekonomi dan bermanfaat untuk semua,” tandasnya.

Di sisi lain, proses pengecoran jalan juga dilakukan dengan teknik khusus agar hasil beton lebih kuat dan tahan lama. Salah satunya dengan pemasangan papan kayu penyekat di tengah jalur cor beton.

Kayu papan itu dipasang sebagai sekat untuk memperkuat struktur jalan sekaligus mencegah retakan panjang saat beton mulai mengering. Selain itu, sekat tersebut juga berfungsi sebagai jalur aliran air di tengah badan jalan.

Personel Satgas TMMD bersama warga secara gotong royong memasang papan kayu tersebut di sela pekerjaan pengecoran. Cuaca cerah sangat membantu percepatan pengerjaan fisik di lapangan.

“Intinya fungsi dari kayu tengah cor ini untuk menahan agar tidak mudah retak. Apabila ada retak, tidak menjalar ke bagian yang lain,” jelas salah satu personel di lokasi.

Warga setempat, Sito, juga membenarkan manfaat pemasangan papan penyekat tersebut. Menurutnya, cara itu membuat ketahanan jalan menjadi lebih panjang dan masa pakainya lebih lama.

“Keuntungan menggunakan kayu papan sebagai penyekat cor jalan, ketahanan cor dan masa aktif kekuatan cor bisa diperpanjang dengan kayu penyekat ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, papan kayu tersebut nantinya bisa dilepas kembali setelah cor benar-benar mengeras sehingga tidak membutuhkan banyak material tambahan. Teknik sederhana itu justru menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas jalan hasil TMMD.

 

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *