Mangkunegaran Hidupkan Lagi Tradisi Pacuan Kuda, dari Legiun hingga Solo Balapan

Mangkunegaran Hidupkan Lagi Tradisi Pacuan Kuda, Dari Legiun hingga Solo Balapan (Foto: Taufik)

 

SEMARANG, SemarangSatu.com — Tradisi pacuan kuda di lingkungan Mangkunegaran ternyata telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Sejarah panjang itu kini kembali dihidupkan melalui gelaran Piala Raja Mangkunegaran 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang.

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara X mengatakan budaya berkuda memiliki hubungan erat dengan perjalanan sejarah Mangkunegaran.

“Karena kuda dan Mangkunegaran untuk kami sejarahnya sudah sangat panjang,” kata Mangkunagara X.

Ia menjelaskan sejak masa legiun Mangkunegaran, keberadaan kuda menjadi bagian penting dalam sistem pertahanan dan keprajuritan kerajaan.

Tradisi tersebut terlihat dari keberadaan satuan kavaleri dan artileri di lingkungan Mangkunegaran pada masa lampau.

“Dari dulu berdirinya legiun Mangkunegaran, dari kavaleri, artileri Mangkunegaran,” ujarnya.

Tak hanya di lingkungan kerajaan, budaya berkuda juga pernah berkembang di kawasan yang kini dikenal sebagai Solo Balapan.

Mangkunagara X menyebut sebelum dibangun stasiun kereta api pada era Mangkunegara IV, kawasan Solo Balapan dahulu merupakan arena pacuan kuda.

“Kalau hari ini Solo Balapan juga dulunya sebelum dibangun stasiun di era Mangkunegara IV, sebelumnya juga pacuan kuda,” katanya.

Menurutnya, sejarah tersebut menunjukkan bahwa pacuan kuda bukan budaya baru di Solo maupun Mangkunegaran.

Ia mengatakan di dalam kawasan istana Mangkunegaran sendiri dahulu juga terdapat arena berkuda untuk keprajuritan.

“Dulu sendiri Mangkunegaran di dalam istananya juga menjadi arena berkuda juga untuk keprajuritan,” ujarnya.

Tradisi panjang itulah yang kini coba dihidupkan kembali melalui ajang Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026.

Mangkunagara X menyebut event tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan sejarah, budaya, olahraga, dan masyarakat modern.

“Ini sejarah yang panjang yang hari ini kita hidupkan kembali bersama dengan rekan-rekan dari Pordasi dan Sarga,” katanya.

Menurutnya, olahraga berkuda memiliki potensi besar berkembang kembali di Indonesia, terutama jika dikemas lebih dekat dengan masyarakat dan generasi muda.

Ia mengaku cukup terkejut melihat besarnya antusiasme masyarakat terhadap pacuan kuda.

“Saya awalnya sebelum saya datang, saya enggak punya animonya sebesar apa yang saya lihat kali ini,” ujarnya.

Mangkunagara X menilai pacuan kuda dapat menjadi ruang hiburan sekaligus memperkuat nilai budaya.

“Kita melihat masyarakat hari ini senang berkumpul dengan keluarganya, dengan anak-anaknya, dengan teman-temannya,” katanya.

Pada gelaran Piala Raja Mangkunegaran 2026, konsep budaya Jawa juga dihadirkan lewat tema berkain yang dikenakan banyak pengunjung.

Menurut Mangkunagara X, kain tradisional bukan sekadar busana, melainkan bagian dari identitas budaya Indonesia.

“Karena kain itu merupakan suatu bagian dari identitas kita,” ujarnya.

Ia mengatakan banyak pengunjung yang awalnya belum pernah mengenakan kain tradisional justru merasa senang saat mencobanya di arena pacuan.

“Ternyata kita kembali ke identitas itu ternyata sangat-sangat menyenangkan,” katanya.

Selain menghidupkan tradisi pacuan kuda, Mangkunegaran juga berencana merevitalisasi gedung Kavaleri Artileri yang berada di kawasan Pura Mangkunegaran.

Gedung tersebut dulunya merupakan bagian dari fasilitas berkuda kerajaan.

“Salah satu hal yang sedang kita rencanakan adalah merevitalisasi gedung Kavaleri Artileri,” ujar Mangkunagara X.

Ia berharap revitalisasi itu nantinya dapat mendukung perkembangan ekosistem olahraga berkuda di Indonesia.

Piala Raja Mangkunegaran 2026 sendiri menjadi seri pertama King’s Cup Series dalam kalender Indonesia’s Horse Racing 2026.

Event tersebut diikuti 147 kuda dari berbagai daerah di Indonesia dan dipadati sekitar 30 ribu penonton di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *