Azizah Berburu Kampus Impian, Honda Genio Temani Perjalanan UTBK ke Unnes

Azizah Mantan Ketua OSIS Tempuh UTBK di Unnes Demi Masuk Farmasi UGM (Foto: Ilustrasi/Ist)

 

SEMARANG, SemarangSatu.com – Matahari bahkan belum sepenuhnya terbit ketika Azizah (18) mulai bersiap meninggalkan rumahnya di Ungaran, Kabupaten Semarang, Minggu (26/4/2026). Pagi itu bukan pagi biasa bagi lulusan SMA tersebut.

Ia harus menuju Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), salah satu gerbang penting menuju perguruan tinggi negeri impiannya.

Di dalam tasnya telah tersimpan kartu peserta ujian, alat tulis, identitas diri, dan berbagai perlengkapan yang sudah dipersiapkan sejak malam sebelumnya. Tak ada yang ingin terlewat. Sebab bagi Azizah, hari itu adalah bagian dari perjuangan panjang untuk meraih kursi di Program Studi S1 Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Sejak jauh-jauh hari saya sudah mencari informasi lokasi ujian, jalur menuju kampus, sampai memperkirakan waktu tempuh. Saya tidak mau terlambat karena ini kesempatan yang sangat penting,” ujar Azizah.

Sejak beberapa bulan terakhir, aktivitas Azizah memang jauh lebih padat dibanding biasanya. Selain menjalani berbagai persiapan kelulusan sekolah, mantan Ketua OSIS tersebut juga sibuk mengikuti try out, belajar mandiri, hingga berburu informasi lokasi ujian.

“Deg-degan pasti ada, karena ini salah satu langkah penting buat masa depan saya. Tapi saya juga berusaha menikmati prosesnya dan tetap percaya diri,” lanjut Azizah.

Perjalanan menuju lokasi ujian di Unnes bukan hal mudah. Ia harus melintasi jalur Semarang-Ungaran yang cukup ramai, terutama pada pagi hari ketika aktivitas masyarakat mulai meningkat.

Untuk menunjang mobilitas sehari-hari, Azizah mengandalkan Honda Genio, skutik bergaya fashionable yang menurutnya cocok dengan karakter anak muda aktif.

Motor tersebut bukan hanya digunakan saat berangkat sekolah, tetapi juga menemani berbagai aktivitas lain mulai dari rapat organisasi sekolah, belajar kelompok, hingga berkumpul bersama teman-teman menjelang masa kelulusan.

Selama duduk di bangku SMA, Azizah dikenal sebagai siswi yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Ia bahkan dipercaya memimpin OSIS sebagai ketua dan menjadi salah satu wajah representatif sekolah dalam berbagai kegiatan internal maupun eksternal.

Posisi tersebut membuat hari-harinya jauh lebih padat dibanding kebanyakan pelajar lainnya.

Saat siswa lain bisa langsung pulang setelah jam pelajaran berakhir, Azizah kerap harus mengikuti rapat pengurus, menyusun program kerja, berkoordinasi dengan guru pembina, hingga mempersiapkan berbagai kegiatan sekolah.

Mulai dari peringatan hari besar nasional, kegiatan sosial, bakti lingkungan, lomba antar-pelajar, seminar pendidikan, pentas seni sekolah, hingga kegiatan kepemudaan pernah ia ikuti dan koordinasikan bersama tim OSIS.

Tak hanya di lingkungan sekolah, Azizah juga beberapa kali mewakili sekolah dalam forum kepemimpinan pelajar, kegiatan pengembangan karakter, pelatihan organisasi, hingga kegiatan kolaborasi dengan sekolah lain di wilayah Semarang Raya.

Kesibukan tersebut menuntut kemampuan manajemen waktu yang baik. Di satu sisi ia harus mempertahankan prestasi akademik, sementara di sisi lain ia harus menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin organisasi siswa.

“Menjadi Ketua OSIS mengajarkan saya bagaimana mengatur waktu, bertanggung jawab terhadap banyak orang, dan tetap fokus pada tujuan. Pengalaman itu sangat membantu ketika saya harus membagi waktu antara belajar UTBK dan kegiatan sekolah,” katanya.

Mobilitas tinggi membuat Azizah hampir setiap hari berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Tidak jarang setelah sekolah ia harus menghadiri rapat organisasi, melakukan survei lokasi kegiatan, atau mengikuti agenda di luar sekolah.

Dalam kesehariannya, Honda Genio menjadi kendaraan yang selalu menemaninya.

Skutik bergaya fashionable tersebut telah menjadi bagian dari aktivitas Azizah sejak masih aktif bersekolah hingga memasuki masa persiapan kuliah.

Menurut Azizah, salah satu alasan ia menyukai Honda Genio adalah desainnya yang sesuai dengan karakter anak muda.

“Desainnya simpel, modern, dan kelihatan fresh. Buat anak muda seperti saya, penampilan motor juga penting selain kenyamanan,” tuturnya.

Bukan hanya tampil menarik, Honda Genio juga mendukung aktivitas harian yang padat. Dengan dimensi yang ringkas dan bobot yang ringan, motor ini terasa lincah saat digunakan di jalan perkotaan maupun saat menghadapi lalu lintas padat di jalur Semarang-Solo dan kawasan Ungaran.

Mobilitas tinggi itu pernah dirasakan Azizah saat harus berpindah dari sekolah menuju lokasi kegiatan organisasi di luar kota, mengikuti rapat kepemudaan, hingga melakukan persiapan berbagai agenda sekolah.

Honda Genio dibekali mesin 110cc Enhanced Smart Power (eSP) yang memberikan performa responsif sekaligus efisiensi bahan bakar.

Selain itu, rangka eSAF membuat motor lebih ringan sehingga mudah dikendalikan oleh pengendara muda, termasuk perempuan yang membutuhkan kendaraan praktis untuk aktivitas sehari-hari.

Fitur modern seperti panel meter digital, lampu LED, USB charger, bagasi berkapasitas 14 liter, serta Idling Stop System (ISS) juga menjadi nilai tambah.

Bagi Azizah yang sering membawa perlengkapan sekolah, dokumen organisasi, hingga perangkat digital, kapasitas bagasi yang cukup luas menjadi fitur yang sangat membantu.

Meski memiliki aktivitas yang padat, Azizah selalu berusaha mengutamakan keselamatan berkendara.

“Kalau ada kegiatan pagi atau harus ke luar kota, saya selalu berangkat lebih awal supaya tidak terburu-buru. Saya juga selalu menggunakan helm dan mematuhi aturan lalu lintas,” katanya.

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto, mengatakan generasi muda seperti Azizah perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai keselamatan berkendara karena mobilitas mereka cenderung tinggi.

“Masih banyak di kalangan masyarakat yang belum benar-benar memahami teknis dasar berkendara misalnya seperti teknis penggunaan rem depan dan belakang dengan benar saat berkendara,” ujar Oke.

Menurutnya, edukasi safety riding tidak hanya penting bagi pekerja profesional, tetapi juga bagi pelajar dan mahasiswa yang setiap hari menggunakan sepeda motor untuk menunjang aktivitas pendidikan maupun organisasi.

“Keselamatan berkendara merupakan bagian penting dalam aktivitas sehari-hari. Edukasi ini bertujuan untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan sehingga tetap aman dan produktif dalam beraktivitas,” katanya.

Oke menjelaskan bahwa kemampuan danger prediction atau memprediksi potensi bahaya di jalan menjadi salah satu kunci keselamatan pengendara.

“Pengendara harus meningkatkan sensitivitas terhadap kondisi sekitar saat di jalan. Dengan memahami potensi bahaya lebih awal, risiko kecelakaan bisa ditekan. Karena itu Astra Motor Jateng terus mengampanyekan #Cari_Aman kepada seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Kini masa sekolah Azizah telah berakhir. Namun perjalanan menuju masa depan baru saja dimulai.

Dari ruang kelas, ruang rapat OSIS, kegiatan sosial, forum kepemudaan, hingga ruang ujian UTBK, semuanya menjadi bagian dari proses yang membentuk dirinya hari ini.

Ia kini menunggu hasil seleksi sambil terus mempersiapkan diri menyambut kehidupan baru sebagai mahasiswa.

“Harapan saya tentu bisa diterima di Farmasi UGM. Tetapi apa pun hasilnya, saya bersyukur karena sudah berusaha semaksimal mungkin dan belajar banyak dari seluruh proses ini,” pungkas Azizah.

Bagi Azizah, perjalanan menuju kampus impian bukan hanya soal diterima atau tidak diterima. Lebih dari itu, perjalanan tersebut adalah cerita tentang mimpi, kerja keras, kedisiplinan, dan keberanian melangkah menuju masa depan.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *