Sindikat Pig Butchering Solo Baru Sasar Warga Amerika Serikat, Modus Aplikasi Kencan

Sindikat Pig Butchering Solo Baru Sasar Warga Amerika Serikat, Modus Aplikasi Kencan (Foto: Ist)

SEMARANG, SemarangSatu.com – Sindikat pig butchering yang dibongkar Polda Jawa Tengah di Solo Baru ternyata tidak menyasar warga Indonesia. Jaringan penipuan online tersebut justru membidik warga negara Amerika Serikat melalui aplikasi kencan dan media sosial dengan pendekatan asmara palsu.

Para pelaku menjalankan operasional dari sebuah kantor berkedok perusahaan bernama PT Digi Global Konsultan di Solo Baru, Sukoharjo. Di lokasi itu, polisi menangkap puluhan orang yang memiliki tugas berbeda-beda dalam menjalankan penipuan digital internasional.

Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol. Himawan Sutanto Saragih mengatakan para operator aktif mencari target melalui aplikasi dating dan platform komunikasi digital lainnya.

“Para pelaku terlebih dahulu membangun kedekatan emosional dengan korban menggunakan identitas palsu dan akun media sosial fiktif,” ujar Himawan.

Sindikat pig butchering Solo Baru itu menjalankan komunikasi secara intens agar korban merasa sedang menjalin hubungan serius dengan seseorang yang dikenal lewat dunia maya.

Korban biasanya diajak mengobrol setiap hari, diberi perhatian berlebihan, hingga dibuat nyaman secara emosional. Setelah hubungan dirasa cukup dekat, pelaku mulai mengarahkan pembicaraan ke investasi crypto.

“Setelah korban percaya, korban diarahkan melakukan investasi pada platform trading crypto palsu yang telah dimanipulasi sehingga dana yang disetorkan sepenuhnya dikuasai jaringan pelaku,” tambahnya.

Polisi menyebut aplikasi kencan dipilih karena dinilai paling efektif membangun kedekatan emosional dalam waktu singkat. Korban yang sudah merasa jatuh hati menjadi lebih mudah percaya terhadap tawaran investasi.

Dari hasil penyidikan sementara, kelompok tersebut diduga memperoleh keuntungan sekitar Rp41,1 miliar dari aksi penipuan yang berlangsung sejak Juli 2025 hingga Mei 2026.

Jumlah target yang dibidik mencapai sekitar 5.000 orang dan sedikitnya 133 korban tercatat mengalami kerugian akibat investasi crypto palsu tersebut.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *