27 UMKM Bergas Kidul Siap Masuk Koperasi Desa Merah Putih Dukung MBG

27 UMKM Bergas Kidul Siap Masuk Koperasi Desa Merah Putih Dukung MBG (Foto: ist)

 

Kades Bergas Kidul: Koperasi Desa Merah Putih Sudah Suplai MBG Meski Gedung Belum Rampung

SEMARANG, SemarangSatu.com– Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bergas Kidul di Kabupaten Semarang mulai menjalankan fungsinya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski bangunan koperasi hingga kini belum rampung.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Bergas Kidul Heri Nugroho usai penandatanganan Nota Kesepahaman DPP PAPDESI serta kolaborasi BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lapangan Kenanga, Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/6/2026).

Heri mengatakan pemerintah desa memberikan dukungan penuh terhadap program Presiden Prabowo Subianto karena diyakini mampu menggerakkan perekonomian desa.

“Kami sebagai kepala desa memberikan support penuh atas program-program pemerintah Bapak Presiden Prabowo dan Mas Gibran. Mudah-mudahan diberikan kelancaran, kebaikan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Menurut Heri, kolaborasi antara SPPG dan Koperasi Desa Merah Putih akan menciptakan hubungan yang saling membutuhkan.

Ia berharap kehadiran koperasi mampu memperkuat ekonomi desa sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.

“Terbentuknya SPPG melalui Badan Gizi Nasional untuk men-support dan menumbuhkembangkan anak-anak dengan memberikan tambahan gizi. Dengan didirikannya Koperasi Desa Merah Putih terjadi simbiosis saling membutuhkan sehingga nantinya dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat desa, khususnya yang bisa menumbuhkan ekonomi dan kreativitas UMKM,” katanya.

Heri mengungkapkan, meski gedung koperasi belum selesai dibangun, kerja sama dengan dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis sudah berjalan sejak awal tahun.

“Alhamdulillah progres KOPDES Bergas Kidul saat ini sudah MoU dan memberikan supplier kepada BGN, dapur-dapur yang ada di Desa Bergas Kidul khususnya. Sudah terhitung dari Januari kemarin,” ujarnya.

Ia menambahkan bangunan fisik koperasi memang masih dalam proses penyelesaian, namun aktivitas kemitraan telah lebih dahulu berjalan.

“Bangunan belum selesai, tapi kerja sama sudah dijalankan,” katanya.

Selain mendukung MBG, Pemerintah Desa Bergas Kidul juga mulai menginventarisasi seluruh produk unggulan masyarakat untuk dipasarkan melalui Koperasi Desa Merah Putih.

Saat ini terdapat 27 pelaku UMKM di Desa Bergas Kidul yang dipersiapkan menjadi bagian dari ekosistem koperasi.

“Ada 27 UMKM yang ada di Desa Bergas Kidul. Semua kita akomodir melalui pemerintah desa untuk memberikan barang-barang yang menjadi produk unggulan masyarakat kami agar bisa ditampilkan dan dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih serta disalurkan ke industri dan juga Badan Gizi Nasional,” jelas Heri.

Sebagai bagian dari PAPDESI, Heri juga menyampaikan dukungan kepala desa terhadap program pemerintah pusat.

“Kepala Desa se-Indonesia sepakat yang terjalin dalam organisasi PAPDESI bahwa program Bapak Presiden Prabowo akan kami dukung sepenuhnya. Yang pasti desa harus dijadikan subjek, bukan hanya sekadar objek,” tegasnya.

Menurut Heri, jika seluruh potensi desa mampu diberdayakan melalui Koperasi Desa Merah Putih, maka manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima MBG, tetapi juga oleh petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat desa yang menjadi bagian dari rantai ekonomi lokal.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *