Dana Umat Berbuah Hafiz, BMH Jawa Tengah dan Al Burhan Wisuda 30 Santri Tahfiz

Dana Umat Berbuah Hafiz, BMH Jawa Tengah dan Al Burhan Wisuda 30 Santri Tahfiz (Foto: Taufik)

 

SEMARANG, SemarangSatu.com – Amanah yang dititipkan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah kembali membuahkan hasil nyata. Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Tengah bersama Yayasan Al Burhan menggelar Wisuda Akbar Tahfiz dan Tasmi’ Angkatan V MTs-MA Al Burhan Hidayatullah pada Sabtu (20/6/2026).

Mengusung tema “Terbentuknya Generasi Qurani, Unggul dan Mandiri”, kegiatan tersebut menjadi momentum syukur atas lahirnya para penghafal Alquran yang diharapkan mampu menjadi penerus dakwah dan peradaban Islam di masa depan.

Sebanyak 30 santri mengikuti prosesi tasmi’ dan wisuda tahfiz tahun ini. Mereka merupakan hasil pembinaan intensif yang dijalankan oleh MTs-MA Al Burhan Hidayatullah melalui program pendidikan yang memadukan pembelajaran formal dengan penguatan hafalan Alquran.

Acara tersebut menghadirkan dua narasumber istimewa, yakni KH Dr Nashirul Haq Marling, Lc., M.A. dan Syeikh Hamdi Habeeb Al Mishry. Keduanya memberikan motivasi kepada para santri dan wali santri mengenai pentingnya menjaga kemurnian Alquran melalui hafalan, pengamalan, serta dakwah.

Wisuda tahfiz ini menjadi bukti bahwa pembinaan Alquran yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kedekatan kuat dengan kitab sucinya.

Ketua BMH Perwakilan Jawa Tengah, S. Abdul Karim, mengatakan keberhasilan para santri tidak lepas dari dukungan masyarakat yang selama ini mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui berbagai program pendidikan BMH.

Menurutnya, para donatur memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan para penghafal Alquran.

“Terima kasih kepada para donatur. Hari ini kita saksikan bersama bahwa dana-dana amanah umat mampu melahirkan para penghafal Alquran. Ini adalah investasi akhirat yang manfaatnya terus mengalir dan menjadi kebanggaan umat,” ujarnya.

Abdul Karim menegaskan bahwa keberhasilan para santri menjadi penghafal Alquran merupakan bentuk nyata dari pemanfaatan dana umat yang tepat sasaran.

Melalui dukungan tersebut, para santri dapat memperoleh pembinaan, pendampingan, serta fasilitas pendidikan yang menunjang proses menghafal Alquran secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, BMH juga menyerahkan beasiswa tahfiz kepada Yayasan Al Burhan senilai Rp248.648.597 secara simbolis.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan BMH terhadap keberlangsungan program tahfiz yang selama ini dijalankan Yayasan Al Burhan.

“Dalam kesempatan ini juga BMH menyalurkan beasiswa tahfiz kepada Yayasan Al Burhan sejumlah Rp248.648.597 secara simbolis sebagai bentuk dukungan BMH terhadap program Yayasan Al Burhan dalam bentuk beasiswa tahfiz,” kata Abdul Karim.

Program tahfiz Al Burhan sendiri menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dalam lima tahun terakhir, lembaga pendidikan tersebut berhasil mencetak 52 santri penghafal 30 juz Alquran.

Capaian itu lahir dari pembinaan yang dilakukan secara intensif di bawah bimbingan Ustazah Rumayya bersama tim pembina tahfiz.

Para santri menjalani proses hafalan yang panjang, mulai dari menambah hafalan baru, murojaah, hingga mengikuti tasmi’ sebagai bagian dari evaluasi kemampuan mereka dalam menjaga hafalan.

Salah satu wisudawan yang mencuri perhatian dalam wisuda tahun ini adalah Quaneisha Bilqis Adlina.

Santri tersebut berhasil menyetorkan hafalan 30 juz dalam sekali duduk dan menjadi salah satu lulusan terbaik dalam Wisuda Akbar Tahfiz dan Tasmi’ Angkatan V.

“Berkah dari gemblengan dan motivasi para pengasuh, saya bisa menghafal dan menyetorkan hafalan 30 juz dalam sekali duduk. Semoga Allah menjaga hafalan ini dan menjadikannya manfaat bagi umat,” ungkapnya.

Keberhasilan Bilqis menjadi salah satu gambaran bagaimana program tahfiz mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi sekaligus memiliki karakter Qurani.

BMH dan Yayasan Al Burhan meyakini bahwa pendidikan berbasis Alquran tidak hanya mencetak penghafal, tetapi juga membentuk pribadi yang unggul dalam ilmu, akhlak, dan kemandirian.

Karena itu, dukungan terhadap program tahfiz akan terus diperkuat agar semakin banyak anak-anak dan remaja yang mendapatkan kesempatan belajar dan menghafal Alquran.

Melalui sinergi antara lembaga pendidikan, para guru, orang tua, dan donatur, diharapkan semakin banyak lahir generasi Qurani yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Bagi BMH, setiap santri yang berhasil menjadi penghafal Alquran merupakan bukti bahwa amanah umat dapat menjadi fondasi lahirnya generasi penerus yang siap menjaga nilai-nilai Islam di masa depan.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *