SEMARANG, SemarangSatu.com – Aparat kepolisian mulai memetakan sejumlah kawasan yang dinilai rawan menjadi lokasi munculnya aksi kreak dan tawuran remaja di Kota Semarang. Langkah itu dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas kelompok remaja yang masih berkumpul hingga larut malam pada akhir pekan.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan tersebut, tim patroli dari Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Tengah diterjunkan menyisir sejumlah ruas jalan dan titik keramaian pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 23–24 Mei 2026.
Patroli dimulai sekitar pukul 23.00 WIB hingga pukul 03.30 WIB dengan menyasar wilayah Semarang Selatan, Semarang Barat, Semarang Timur, Semarang Tengah hingga Semarang Utara.
Sejumlah kawasan yang masuk pantauan patroli antara lain Jalan Baru Undip Tembalang, Banyumanik, Kalibanteng, Marina, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Lama hingga kawasan Pelabuhan.
Lokasi tersebut dinilai rawan karena kerap dijadikan tempat berkumpul kelompok remaja pada malam hari.
Dalam patroli tersebut, polisi menemukan sejumlah remaja masih nongkrong hingga dini hari di beberapa titik.
Di kawasan Terminal Banyumanik dan Taman Unyil Kabupaten Semarang, petugas mendapati sekelompok remaja tengah mengonsumsi minuman keras.
Sementara di sekitar Banjir Kanal Barat, polisi juga menemukan anak-anak di bawah umur yang nongkrong sambil minum miras di pinggir jalan.
Para remaja tersebut kemudian diberikan pembinaan dan diminta segera pulang guna menghindari potensi tawuran maupun aksi kriminal jalanan.
Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dr. M. Anwar Nasir mengatakan patroli malam digelar secara rutin untuk mencegah munculnya aksi kreak yang meresahkan masyarakat.
“Patroli ini kami lakukan secara rutin sebagai langkah antisipasi terhadap aksi kreak, tawuran maupun tindak kriminal jalanan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hingga dini hari.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto meminta para orang tua lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya pada malam hari agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.
“Kepada para remaja, hindari nongkrong hingga larut malam apalagi disertai konsumsi miras ataupun membawa senjata tajam yang dapat memicu terjadinya tawuran,” tegasnya.
Hingga patroli berakhir, situasi di wilayah Kota Semarang dilaporkan aman dan kondusif tanpa ditemukan aksi kreak maupun tindak pidana menonjol.




