Cerita Inspiratif Nasya Penerima Zakat BMH, Edukasi Sampah hingga Raih Prestasi

SEMARANG, semarangsatu.com — Penghimpunan dan laporan kinerja lembaga zakat tak hanya deretan angka, melainkan ada cerita-cerita nyata yang menjadi bukti bahwa zakat mampu mengubah kehidupan. Salah satunya datang dari Nasya Rizky, mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) asal Klaten yang menjadi penerima Beasiswa BMH.

Nasya bukan hanya menerima bantuan pendidikan, tetapi juga didorong untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui program social impact (SI) yang menjadi syarat beasiswa. Program tersebut ia jalankan selama tiga hari dengan fokus pada edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekitarnya.

Ia memilih tema pengelolaan sampah karena melihat masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait pengolahan limbah rumah tangga. Dengan latar belakang keilmuan di bidang biologi, Nasya mencoba menghadirkan solusi sederhana namun aplikatif agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.

“Temanya tentang kolaborasi keberlanjutan, saya mengambil pengelolaan sampah karena di sekitar saya masih banyak yang belum paham bagaimana mengelola sampah dengan baik,” ungkap Nasya dalam sesi publik ekspose, Rabu (22/4/2026).

Program yang dijalankan Nasya menjadi contoh bahwa zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk menjadi agen perubahan. Dari penerima menjadi pemberi manfaat, konsep ini menjadi pendekatan baru dalam pengelolaan zakat modern.

Direktur Utama BMH, Supendi, menegaskan bahwa arah pengelolaan zakat saat ini memang difokuskan pada dampak berkelanjutan. “Zakat tidak hanya disalurkan, tetapi harus menciptakan dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, BMH berupaya memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun mampu menghasilkan perubahan sosial yang nyata. Program pendidikan menjadi salah satu sektor prioritas karena dinilai mampu menciptakan efek jangka panjang.

Selain Nasya, kisah serupa juga datang dari Zain Abdullah, santri berprestasi yang berhasil meraih medali emas dalam olimpiade siswa 2025. Ia mengaku beasiswa yang diterima menjadi titik balik dalam perjalanan pendidikannya untuk meraih cita-cita.

Cerita-cerita ini menjadi bukti bahwa zakat mampu membuka akses pendidikan bagi generasi muda sekaligus mendorong lahirnya individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi. Dampak ini jauh melampaui sekadar bantuan finansial.

Ketua Umum Hidayatullah, KH. Nasfi Arsyad, menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian umat. “Zakat bukan sekadar ibadah, tetapi instrumen penting dalam menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *