BMH Gandeng Nusacita, Kini Bayar Zakat Bisa Lewat ATM hingga Mobile Banking

SEMARANG, semarangsatu.com – Transformasi layanan zakat di Indonesia terus bergerak ke arah digital, seiring kolaborasi strategis antara LAZNAS BMH dan PT Nusantara Cita Bersama (Nusacita) yang resmi diluncurkan di Semarang. Melalui kerja sama ini, masyarakat kini dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah dengan lebih mudah, cepat, dan terintegrasi lewat jaringan pembayaran modern.

Kolaborasi tersebut diumumkan dalam kegiatan Public Expose bertajuk “Bahagia dengan Kolaborasi Kebaikan Zakat” yang digelar di Ibis Hotel Semarang, sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan donasi berbasis teknologi. Momentum ini sekaligus menandai babak baru pengelolaan zakat yang lebih adaptif terhadap perkembangan digital.

Presiden Direktur Nusacita, Taufik Kurniawan, menegaskan bahwa integrasi layanan donasi dalam jaringan mereka merupakan bentuk komitmen menghadirkan solusi finansial yang berdampak sosial. “Kami meyakini bahwa teknologi finansial memiliki peran strategis dalam mendorong inklusi sosial,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, dengan jaringan yang terhubung ke lebih dari 100 bank dan tersebar melalui ribuan titik layanan, masyarakat dapat menyalurkan zakat kapan saja tanpa kendala akses. Bahkan ke depan, layanan ini akan terintegrasi dengan mobile banking hingga e-commerce untuk menjangkau lebih luas lapisan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama LAZNAS BMH, Supendi, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem penghimpunan dana sosial berbasis digital. “Kami berharap kemudahan akses ini mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung program pemberdayaan yang berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga instrumen pembangunan sosial yang mampu menciptakan dampak jangka panjang. Oleh karena itu, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional, transparan, dan kolaboratif.

Dalam paparan kinerja, BMH juga mencatat tren positif penghimpunan dana, seiring meningkatnya kepercayaan publik terhadap lembaga zakat. Dana tersebut kemudian disalurkan ke berbagai sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Ketua Umum Hidayatullah, KH Nasfi Arsyad, menegaskan bahwa zakat memiliki posisi penting dalam membangun kemandirian masyarakat. “Zakat bukan sekadar ibadah, tetapi juga instrumen keadilan sosial dan kesejahteraan umat,” ungkapnya.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini, BMH optimistis pengelolaan zakat ke depan tidak hanya semakin modern, tetapi juga mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Digitalisasi pun diyakini menjadi kunci dalam memperluas dampak sosial zakat di era saat ini.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *