PLTS Tanpa Buka Lahan Baru, UBP Semarang Raih Juara 3 AEBT Kementerian ESDM 2026

PLTS Tanpa Buka Lahan Baru, UBP Semarang Raih Juara 3 AEBT Kementerian ESDM 2026 (Foto: Ist)

PLTS UBP Semarang Raih Juara 3 Kementerian ESDM, Optimalisasi Aset Tanpa Buka Lahan Baru

SEMARANG, SemarangSatu.com – Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang membuktikan bahwa pengembangan energi bersih tidak selalu membutuhkan pembukaan lahan baru.

Inovasi dengan menggabungkan PLTS Apung dan PLTS Atap tersebut mengantarkan UBP Semarang meraih Juara 3 Anugerah Energi Baru Terbarukan (AEBT) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2026 untuk kategori On Grid–Self Consumption.

Inovasi berjudul Integrated Rooftop and Floating Solar PV for Sustainable Self-Consumption and Green Hydrogen Production at PLN Indonesia Power UBP Semarang itu mengoptimalkan aset yang sudah tersedia di lingkungan pembangkit.

PLTS Apung ditempatkan di area polder dengan kapasitas 1.146,6 kWp. Sementara PLTS Atap dipasang di empat lokasi gedung dengan total kapasitas 359,1 kWp.

Dengan dua sistem tersebut, total kapasitas PLTS UBP Semarang mencapai 1.505,7 kWp.

PLTS Tanpa Buka Lahan Baru, UBP Semarang Raih Juara 3 AEBT Kementerian ESDM 2026 (Foto: Ist)

Keuntungan utama inovasi ini terletak pada pemanfaatan ruang yang sudah dimiliki perusahaan. Area polder yang sebelumnya telah tersedia digunakan untuk PLTS Apung, sedangkan atap bangunan dimanfaatkan sebagai lokasi PLTS Atap.

Artinya, pengembangan PLTS UBP Semarang dapat dilakukan tanpa harus membuka atau menyediakan lahan baru. Aset eksisting yang sebelumnya memiliki fungsi tertentu dioptimalkan sekaligus menjadi bagian dari pengembangan energi terbarukan.

Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Semarang Flavianus Erwin Putranto mengatakan penghargaan dari Kementerian ESDM menjadi apresiasi terhadap kolaborasi seluruh insan perusahaan dalam mengembangkan energi terbarukan.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen dan kolaborasi seluruh insan PLN Indonesia Power UBP Semarang dalam menghadirkan inovasi energi terbarukan. Melalui integrasi PLTS Apung dan PLTS Atap, kami berupaya mengoptimalkan aset eksisting tanpa menggunakan lahan baru, sekaligus memenuhi kebutuhan internal pembangkit dan mendukung pengembangan Green Hydrogen Plant,” ujar Flavianus.

Listrik yang dihasilkan PLTS tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal pembangkit atau self-consumption. Pemanfaatan energi surya ini juga mendukung kebutuhan energi dalam pengembangan Green Hydrogen Plant di lingkungan UBP Semarang.

Dari sisi ekonomi, pemanfaatan PLTS UBP Semarang turut memberikan penghematan biaya. Sebelum implementasi PLTS, kebutuhan listrik untuk Pemakaian Sendiri (PS) rata-rata mencapai 52,59 GWh per tahun dengan biaya sekitar Rp97 miliar per tahun.

Setelah PLTS dimanfaatkan, biaya Pemakaian Sendiri dapat ditekan sekitar Rp1,16 miliar per tahun.

Selain penghematan, optimalisasi aset juga terlihat dari pemanfaatan area seluas 6.954,7 meter persegi atau sekitar 45,20 persen dari lahan yang tersedia. Polder dan atap gedung yang sudah menjadi bagian dari aset pembangkit dimanfaatkan untuk menghasilkan energi bersih.

Manfaat lingkungan juga menjadi bagian penting dari inovasi tersebut. Pemanfaatan energi surya berkontribusi terhadap penurunan emisi sebesar 3.584 ton CO₂eq. Angka tersebut setara dengan manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 161 ribu pohon.

“Bagi kami, transformasi energi bukan hanya tentang penggunaan teknologi baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan dampak nyata. Penghematan biaya, optimalisasi aset, pengurangan emisi, serta dukungan terhadap pengembangan Green Hydrogen Plant menjadi bukti bahwa energi terbarukan dapat diintegrasikan secara nyata ke dalam operasional pembangkitan,” lanjut Flavianus.

Penghargaan Juara 3 AEBT Kementerian ESDM 2026 kategori On Grid–Self Consumption semakin memperkuat langkah UBP Semarang dalam mengembangkan energi terbarukan yang terintegrasi dengan operasional pembangkit.

Pemanfaatan PLTS Apung dan PLTS Atap sekaligus menunjukkan bahwa transisi energi dapat dilakukan dengan mengoptimalkan aset yang telah tersedia. Pendekatan tersebut membuat pengembangan energi surya tidak harus selalu diikuti kebutuhan membuka lahan baru.

Ke depan, PLN Indonesia Power UBP Semarang akan terus mengembangkan inovasi energi terbarukan dan mengoptimalkan aset perusahaan untuk mendukung sistem pembangkitan yang lebih efisien, rendah emisi, serta berkelanjutan.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *