Pengirim Sate Misterius di Boyolali Mengaku, Polisi Tunggu Hasil Ver Mayat

Pengirim Sate Misterius di Boyolali Mengaku, Polisi Tunggu Hasil Ver Mayat dan Toksikologi Forensik (Foto: ist)

BOYOLALI, SemarangSatu.com – Penyidikan kasus kematian Aminah (57), warga Kabupaten Boyolali yang diduga berkaitan dengan kiriman sate misterius, masih terus berjalan. Meski sosok pengirim sate sudah diketahui dan mengakui perbuatannya, polisi belum dapat menyimpulkan adanya hubungan antara kiriman makanan tersebut dengan kematian korban.

Polda Jawa Tengah menegaskan bahwa penyidik saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan ver mayat dan toksikologi forensik yang sedang dilakukan laboratorium.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Artanto, mengatakan hasil pemeriksaan ilmiah tersebut menjadi salah satu alat bukti penting untuk mengungkap penyebab kematian korban secara pasti.

“Penyidik sedang menunggu hasil ver mayat serta hasil toksikologi forensik dari laboratorium. Diharapkan setelah dilakukan pengambilan sampel organ itu kurang lebih dua minggu hasil akan kita dapatkan,” kata Artanto.

Menurutnya, proses penyidikan saat ini masih berfokus pada pengumpulan alat bukti dan pendalaman seluruh fakta yang telah ditemukan penyidik di lapangan.

Artanto menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, pihak yang mengirim atau memesan sate tersebut memang telah diketahui.

“Untuk saat ini keterangan bahwa yang mengirim atau yang memesan sate itu adalah betul menantu korban berdasarkan hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Meski demikian, pengakuan tersebut belum cukup untuk menjadi dasar penetapan tersangka. Penyidik masih membutuhkan hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan ada atau tidaknya keterkaitan antara sate yang dikirim dengan meninggalnya korban.

“Namun kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari toksikologi forensik. Apakah ini ada kaitannya antara sate dengan penyebab kematian. Dan ini pun akan menjadi atensi penyidik dan pendalaman penyidik bagi kasusnya,” lanjut Artanto.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa polisi masih mengedepankan pembuktian ilmiah sebelum mengambil kesimpulan hukum dalam perkara yang menyita perhatian publik tersebut.

Artanto menegaskan bahwa hingga saat ini status hukum menantu korban belum berubah dan masih berstatus saksi.

“Untuk sementara sekarang masih saksi dulu,” tegasnya.

Menurut dia, hasil toksikologi forensik nantinya akan memberikan gambaran apakah terdapat kandungan zat tertentu dalam tubuh korban yang berhubungan dengan penyebab kematiannya.

Selain itu, hasil ver mayat juga akan menjadi bagian penting dalam rangkaian pembuktian untuk memastikan faktor yang menyebabkan Aminah meninggal dunia.

Polda Jawa Tengah memastikan proses penyidikan dilakukan secara hati-hati dan profesional agar tidak muncul kesimpulan yang prematur sebelum seluruh hasil pemeriksaan ilmiah diterima penyidik.

Sementara itu, penanganan perkara tetap dilakukan oleh penyidik Polres Boyolali dengan dukungan teknis dari Polda Jawa Tengah.

“Penanganan oleh penyidik Polres Boyolali namun back up secara teknis dari Polda,” kata Artanto.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian masyarakat setelah muncul dugaan bahwa kematian Aminah berkaitan dengan sate yang diterimanya dari seseorang. Dalam perkembangan penyidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan memperoleh pengakuan dari menantu korban sebagai pihak yang mengirim sate tersebut.

Namun hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian korban. Polisi memilih menunggu hasil ver mayat dan toksikologi forensik yang diperkirakan akan diterima dalam waktu sekitar dua minggu ke depan.

Hasil pemeriksaan laboratorium itu nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum berikutnya, termasuk menilai ada tidaknya unsur pidana dalam kasus yang masih menyisakan banyak tanda tanya tersebut.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *