Festival Bunga Bandungan Meriah, Panitia Targetkan Wapres Gibran Hadir Tahun Depan

Pengunjung Membeludak, Festival Bunga Bandungan Dipadati Ratusan Ribu Orang hingga Sinyal HP Hilang (Foto: Taufik)

 

Bandungan Jadi Lautan Bunga, Panitia Belum Berhasil Hadirkan Wapres Gibran

SEMARANG, SemarangSatu.com – Hamparan bunga berwarna-warni menyelimuti kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang, pada puncak Festival Bunga Bandungan 2026, Minggu (5/7/2026). Sebanyak 21 mobil hias yang dipenuhi bunga hasil budidaya petani lokal berparade di jalan utama, mengubah kawasan wisata berhawa sejuk itu bak lautan bunga yang memanjakan mata ribuan pengunjung.

Sejak pagi, masyarakat telah memadati sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan kendaraan hias. Berbagai jenis bunga seperti krisan, mawar, aster, hingga aneka tanaman hias khas Bandungan menghiasi setiap mobil peserta, menampilkan kreativitas para petani sekaligus memperkenalkan potensi florikultura Kabupaten Semarang.

Tidak hanya parade mobil hias, Festival Bunga Bandungan tahun ini juga menyuguhkan beragam pertunjukan seni budaya dari desa dan dusun di Kecamatan Bandungan. Atraksi tersebut menjadi pelengkap kemeriahan festival yang setiap tahun selalu dinanti masyarakat.

Salah satu penampilan yang menyita perhatian adalah Kereta Kencana Wungu yang tampil megah dengan balutan ribuan bunga segar. Kereta tersebut diiringi para warok perempuan berbusana tradisional yang menampilkan tarian dan atraksi di sepanjang rute festival.

Sorak-sorai penonton kembali pecah saat kelompok seni menampilkan Anoman Obong. Tokoh Hanoman dalam kisah pewayangan diperagakan secara atraktif sehingga menjadi salah satu pertunjukan yang paling banyak diburu wisatawan untuk diabadikan melalui kamera.

Kemeriahan festival semakin lengkap dengan penampilan marching band. Alunan musik yang mengiringi parade berpadu dengan taburan kelopak bunga yang terus menghiasi jalannya pertunjukan. Personel marching band tampak berjalan di bawah guyuran bunga dari peserta dan warga, menciptakan suasana meriah sekaligus mempertegas identitas Bandungan sebagai sentra bunga terbesar di Kabupaten Semarang.

Panitia Festival Bunga Bandungan, Sugianto, mengatakan seluruh rangkaian acara berjalan lancar berkat cuaca yang cerah dan dukungan masyarakat.

“Alhamdulillah di tanggal 5 Juli ini untuk puncak acara Festival Bunga kita berjalan dengan lancar, dengan suasana yang sangat terang, cerah, enggak ada hujan, enggak ada halangan,” ujar Sugianto.

Ia menjelaskan, parade tahun ini diikuti 21 mobil hias yang seluruhnya berasal dari sentra-sentra petani bunga di Kabupaten Semarang.

“Untuk peserta mobil hias di tahun ini kita ada 21 peserta mobil hias. Dari para petani yang punya hasil bunga, dusun-dusun petani. Jadi ada dari Desa Duren, Desa Candi, Desa Centek, Kecamatan Sumowono, Kecamatan Ambarawa, terus Bandungan,” katanya.

Festival Bunga Bandungan diselenggarakan oleh P3BB (Persatuan Petani dan Pedagang Bunga Bandungan) bersama Lembaga Kesenian Kecamatan (LKK). Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dinas Pertanian, Hotel Wahid, serta berbagai pihak lainnya.

“Untuk penyelenggara dari P3BB, Persatuan Petani dan Pedagang Bunga Bandungan, dibantu sama teman-teman LKK, didukung dari Dinas Pariwisata, didukung dari Dinas Pertanian, dari Hotel Wahid dan juga teman-teman kami yang lain-lain,” jelasnya.

Di balik kemeriahan festival, panitia mengakui target menghadirkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum terwujud. Sejak awal, undangan telah dilayangkan kepada Wakil Presiden, namun hingga puncak acara berlangsung belum ada kesempatan untuk hadir.

“Untuk agenda awal kita di Festival Bunga yang kelima ini mengundang Wakil Presiden. Sampai sore ini dikonfirmasikan belum bisa hadir di Festival Bunga pada tahun ini,” ujar Sugianto.

Meski demikian, panitia tetap optimistis dan berencana kembali mengundang Wakil Presiden pada penyelenggaraan Festival Bunga Bandungan tahun depan.

“Target tahun depan insyaallah nanti kita undang lagi untuk Wapres bisa hadir di sini. Hari ini juga ada kementerian dari Pertanian, ada kementerian dari Pariwisata,” katanya.

Kemeriahan festival juga dirasakan para wisatawan. Salah satunya Vina, warga Purwodadi, Kabupaten Grobogan, yang datang bersama adik dan kakaknya untuk menikmati suasana Festival Bunga Bandungan.

Vina mengaku rela menempuh perjalanan dari Purwodadi dan sudah berada di lokasi sejak pukul 09.00 WIB. Meski harus berdesakan dengan ribuan pengunjung dan mengikuti parade hingga siang hari, rasa lelah terbayar dengan kemegahan festival yang menurutnya selalu menghadirkan suasana berbeda setiap tahun.

“Senang, senang sekali memeriahkan Festival Bandungan,” ujar Vina.

Ia mengatakan hampir setiap tahun menyempatkan diri datang ke Festival Bunga Bandungan karena selalu terkesan dengan kreativitas mobil hias dan semaraknya pertunjukan seni yang ditampilkan masyarakat.

“Setiap tahun sih ke sini,” katanya.

Vina berharap Festival Bunga Bandungan terus dipertahankan sebagai agenda tahunan Kabupaten Semarang. Ia pun berencana kembali datang bersama keluarganya apabila festival kembali digelar tahun depan.

“Iya, mau ikut lagi kalau ada waktu,” tuturnya.

Melalui Festival Bunga Bandungan, para petani tidak hanya memamerkan hasil budidaya bunga terbaiknya, tetapi juga menunjukkan kekayaan seni dan budaya masyarakat Bandungan. Perpaduan parade mobil hias, kesenian tradisional, marching band yang bermandikan taburan bunga, hingga antusiasme ribuan pengunjung menjadikan festival ini sebagai salah satu ikon pariwisata unggulan Kabupaten Semarang yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *