ParagonCorp Buktikan Hutan Lestari Bisa Bernilai Ekonomi Tinggi di Forum Dunia London

ParagonCorp Buktikan Hutan Lestari Bisa Bernilai Ekonomi Tinggi di Forum Dunia London (Foto: Ist)

 

ParagonCorp Angkat Illipe Butter Kalimantan di Forum Internasional London

JAKARTA, Semarangsatu.com – ParagonCorp memperkenalkan potensi hasil hutan non-kayu Indonesia dalam ajang Partnership for Forests Conference (P4F) di London, Inggris. Dalam forum internasional yang didukung Pemerintah Inggris tersebut, ParagonCorp menjadi satu-satunya perusahaan kecantikan asal Indonesia yang berpartisipasi pada tahun ini.

Melalui forum tersebut, ParagonCorp mengangkat konsep bioekonomi Indonesia dengan menampilkan prototype produk berbahan Illipe Butter, bahan alami yang berasal dari buah pohon tengkawang (Shorea stenoptera) yang tumbuh di hutan Kalimantan Barat.

Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan hayati yang mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa harus merusak hutan.

“Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa. Melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa hutan yang tetap berdiri juga dapat menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara bertanggung jawab,” ujar dr. Sari.

Illipe Butter berasal dari buah pohon tengkawang yang dipanen masyarakat Dayak mengikuti siklus alami pohon. Proses pemanenan dilakukan tanpa pembukaan lahan maupun deforestasi sehingga dinilai mampu menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Menurut ParagonCorp, hasil hutan non-kayu seperti Illipe Butter memiliki peluang besar dikembangkan untuk berbagai industri, termasuk industri kecantikan. Berbeda dengan komoditas yang membutuhkan pembukaan lahan baru, pemanfaatan hasil hutan non-kayu memungkinkan masyarakat memperoleh pendapatan sambil tetap menjaga kelestarian hutan.

Meski demikian, ParagonCorp menegaskan bahwa pengembangan Illipe Butter masih berada pada tahap riset dan pengembangan. Kehadirannya di Partnership for Forests Conference bukan untuk meluncurkan produk baru, melainkan membuka diskusi mengenai peluang bioekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Selain memperkenalkan potensi hasil hutan non-kayu, ParagonCorp juga mengajak berbagai pihak melihat fungsi hutan tidak hanya sebagai kawasan konservasi, tetapi juga sebagai penyangga kehidupan. Hutan berperan menjaga sistem air, iklim, keanekaragaman hayati, sekaligus menjadi sumber penghidupan jutaan masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, ParagonCorp bersama Indika Nature dan Center for Forest and Environmental Studies (CFES) turut mendukung perlindungan sekitar 4.000 hektare hutan di Jambi dan sekitar 1.000 hektare hutan di Kalimantan. Kawasan tersebut menjadi habitat berbagai satwa liar, seperti Macan Dahan Borneo, Pangolin, Rangkong Gading, Bekantan, Beruang Madu, Owa Kelawat, hingga Binturong.

“Kami percaya masa depan industri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan inovasi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga ekosistem dan komunitas yang mendukung inovasi tersebut. Perjalanan ini masih panjang, dan kami terus belajar untuk melangkah ke arah yang lebih baik,” tutup dr. Sari.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *