Dudukkan Anak di Depan Motor? Ketahui Bahayanya Sebelum Terlambat

 

Bahaya Anak Duduk di Depan Motor saat Libur Sekolah, Ini Penjelasan Astra Motor Jateng

SEMARANG, SemarangSatu.com – Bahaya anak duduk di depan motor masih sering diabaikan oleh sebagian orang tua, terutama saat libur sekolah. Meningkatnya aktivitas bepergian menggunakan sepeda motor membuat pemandangan satu motor ditumpangi tiga hingga empat orang, termasuk anak kecil yang duduk di depan pengendara, masih mudah ditemui di jalan raya.

Padahal, bahaya anak duduk di depan motor bukan sekadar melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga dapat meningkatkan risiko cedera serius apabila terjadi kecelakaan maupun pengereman mendadak.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto, menjelaskan bahwa posisi anak di bagian depan merupakan lokasi paling berbahaya ketika sepeda motor mengalami benturan.

Bahaya Anak Duduk di Depan Motor Saat Berkendara

Menurut Oke, terdapat tiga risiko utama yang mengintai ketika anak ditempatkan di depan pengendara.

Risiko pertama, tubuh anak dapat menjadi titik benturan utama saat terjadi tabrakan dari depan. Ketika pengendara mengerem mendadak, tubuh orang dewasa akan terdorong ke depan akibat gaya inersia sehingga anak berpotensi terjepit di antara tubuh pengendara dan setang motor.

Risiko kedua, anak duduk di depan motor akan membatasi ruang gerak pengendara dalam mengendalikan setang. Kondisi tersebut menyulitkan saat harus menghindari lubang, kendaraan lain, atau melakukan manuver darurat.

Risiko ketiga berkaitan dengan kesehatan. Anak yang duduk di bagian depan menjadi pihak pertama yang menerima terpaan angin, debu, serta asap kendaraan. Pada musim kemarau, kondisi tersebut meningkatkan risiko dehidrasi hingga gangguan saluran pernapasan.

Selain ketiga risiko tersebut, membawa lebih dari satu penumpang juga membuat keseimbangan sepeda motor berkurang sehingga potensi kecelakaan semakin besar.

Cara Aman Membonceng Anak dengan Sepeda Motor

Astra Motor Jawa Tengah mengimbau orang tua agar selalu menerapkan prinsip keselamatan ketika membawa anak menggunakan sepeda motor.

Anak harus duduk di jok belakang dan sudah mampu menapak pijakan kaki dengan sempurna. Selain itu, anak wajib mengenakan helm berstandar SNI yang sesuai ukuran kepala, jaket, celana panjang, dan sepatu.

Pengendara juga diminta tidak membawa lebih dari satu penumpang karena sepeda motor dirancang hanya untuk dua orang, yakni satu pengendara dan satu penumpang.

“Liburan sekolah seharusnya menjadi momen untuk menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Karena itu, selalu utamakan keselamatan saat berkendara. Jangan sampai keceriaan liburan berubah menjadi penyesalan akibat mengabaikan aspek keselamatan, terutama saat membawa anak,” ujar Oke Desiyanto.

Oke berharap masyarakat semakin memahami bahaya anak duduk di depan motor dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama selama perjalanan. Dengan disiplin menerapkan aturan safety riding, libur sekolah dapat dinikmati dengan lebih aman dan nyaman bersama keluarga.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *