SEMARANG, SemarangSatu.com – Leukemia menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang anak-anak, termasuk balita. Penyakit ini sering kali sulit dikenali pada tahap awal karena gejalanya menyerupai penyakit umum pada anak seperti demam, lemas, atau nyeri kaki.
Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa leukemia merupakan kanker yang berasal dari sel progenitor sel darah putih di dalam sumsum tulang. Kondisi ini menyebabkan produksi sel darah putih abnormal berlangsung tidak terkendali sehingga mengganggu pembentukan sel darah normal lainnya.
Akibatnya, tubuh anak dapat mengalami anemia, gangguan pembekuan darah, hingga rentan terkena infeksi.
Leukemia tercatat sebagai kanker terbanyak pada anak usia di bawah 18 tahun dengan proporsi sekitar 25–30 persen dari seluruh kasus kanker anak. Jenis yang paling sering ditemukan adalah Leukemia Limfoblastik Akut (LLA).
Gejala Leukemia pada Balita yang Perlu Diwaspadai
Karena gejalanya sering dianggap penyakit biasa, orang tua diminta lebih peka terhadap perubahan kondisi anak. Berikut beberapa tanda leukemia pada balita yang perlu mendapat perhatian:
- Anak Tampak Pucat dan Mudah Lelah
Leukemia dapat menyebabkan kekurangan sel darah merah atau anemia. Balita biasanya terlihat pucat, lemas, mudah mengantuk, dan cepat lelah meski hanya melakukan aktivitas ringan.
- Mudah Memar dan Mimisan
Penurunan trombosit membuat anak lebih mudah mengalami memar, mimisan berulang, gusi berdarah, hingga muncul bintik merah kecil di kulit atau petekie.
- Demam Berkepanjangan
Balita yang mengalami leukemia rentan terkena infeksi karena sistem imun melemah. Demam dapat muncul terus-menerus tanpa penyebab jelas dan sulit sembuh meski sudah diobati.
- Nyeri Tulang dan Sendi
Anak sering mengeluh sakit kaki atau nyeri sendi. Pada beberapa kasus, balita menjadi malas berjalan atau lebih sering digendong karena merasa sakit saat bergerak.
- Perut Membesar dan Berat Badan Turun
Penumpukan sel leukemia dapat menyebabkan pembesaran hati atau limpa sehingga perut tampak membesar. Selain itu, berat badan anak juga bisa turun tanpa sebab yang jelas.
- Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Benjolan pada leher, ketiak, atau lipatan tubuh lain juga perlu diwaspadai, terutama jika disertai demam dan tubuh lemas.
Tips Orang Tua Mengenali Leukemia Sejak Dini
Agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua:
- Perhatikan perubahan kondisi anak yang berlangsung terus-menerus.
- Jangan mengabaikan demam berkepanjangan atau anak yang tampak sangat lemas.
- Segera periksakan ke dokter bila anak sering mimisan, memar tanpa sebab, atau mengeluh nyeri tulang.
- Lakukan pemeriksaan darah jika dokter mencurigai adanya kelainan.
- Pastikan anak mendapatkan asupan gizi yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh.
Pemeriksaan dan Pengobatan
Untuk memastikan diagnosis leukemia, dokter biasanya melakukan pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan sumsum tulang, pemeriksaan pencitraan, hingga tes genetik untuk menentukan jenis leukemia dan terapi yang tepat.
Pengobatan utama leukemia pada anak adalah kemoterapi yang dilakukan dalam beberapa fase, mulai dari induksi, konsolidasi, hingga pemeliharaan. Selain itu, anak juga dapat memperoleh terapi suportif seperti transfusi darah, antibiotik, dukungan nutrisi, serta pendampingan psikologis bagi keluarga.
Kementerian Kesehatan menekankan bahwa deteksi dini sangat penting karena peluang kesembuhan leukemia pada anak dapat meningkat bila pengobatan dilakukan lebih cepat dan tepat.
Sumber: [Kementerian Kesehatan RI – Leukemia pada Anak]




