MoU UNDIP dan PT Symmex Dorong Hilirisasi Riset Alat Kesehatan

MoU UNDIP dan PT Symmex Dorong Hilirisasi Riset Alat Kesehatan (Foto: Ist)

SEMARANG, SemarangSatu.com — Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi menjalin kerja sama dengan PT Symmex Medical Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi di Ruang Sidang Rektor Gedung Widya Puraya Lantai 2 Kampus UNDIP Tembalang, Jumat (8/5/2026).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Diponegoro Prof Dr Suharnomo SE MSi bersama Direktur Utama PT Symmex Medical Indonesia H Sutarto SE.

Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga hilirisasi produk hasil inovasi kampus, khususnya di bidang kesehatan dan teknologi.

Dalam sambutannya, Prof Suharnomo mengungkapkan pengalamannya saat berkunjung ke sejumlah universitas dan perusahaan di China serta Taiwan beberapa bulan lalu.

MoU UNDIP dan PT Symmex Dorong Hilirisasi Riset Alat Kesehatan (Foto: Ist)

Ia menilai kemajuan negara-negara tersebut tidak lepas dari kuatnya hubungan antara perguruan tinggi dan industri.

“Saya berbahagia sekali berada di momentum ini. Enam bulan lalu saya berkesempatan mengunjungi sejumlah universitas dan perusahaan di China, dari Beijing, Shanghai hingga Tianjin. Di sana saya melihat sesuatu yang sangat mengesankan di mana kampus dan industri benar-benar berjalan bersama,” ujar Suharnomo.

Menurutnya, di China logo perusahaan bisa ditemukan di lingkungan kampus, sementara logo universitas juga hadir di perusahaan-perusahaan besar.

Kondisi tersebut membuatnya semakin yakin bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila universitas ikut bergerak menciptakan solusi nyata bagi masyarakat.

“Pengalaman serupa saya temukan di Taiwan. Kampus-kampus di sana tidak berjarak dengan industri dan pasar. Riset tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi hadir sebagai produk, teknologi, dan solusi nyata yang digunakan masyarakat,” lanjutnya.

Prof Suharnomo juga menyebut UNDIP sebenarnya telah memiliki banyak produk inovasi yang potensial untuk dikembangkan lebih luas.

Beberapa di antaranya ialah produk kesehatan dan gizi seperti Prof Diet, air minum Voca, hingga Nutri Sun D3 berbasis pangan lokal untuk pencegahan stunting.

Selain itu, ada pula inovasi teknologi Cyborg Insect atau kecoa robot yang sempat mendapat perhatian BNPB dan meraih penghargaan internasional.

“Dalam dua hari ini saya sangat bahagia melihat respons, apresiasi, dan kepercayaan terhadap produk-produk UNDIP. Ini menjadi energi besar bagi kita untuk mendorong riset agar tidak berhenti di laboratorium, tetapi masuk ke tahap hilirisasi dan produksi massal,” katanya.

Ia berharap kolaborasi lintas fakultas dan kerja sama dengan industri dapat memperkuat lahirnya inventor-inventor baru dari UNDIP.

Sementara itu, Direktur Utama PT Symmex Medical Indonesia, Sutarto, menyampaikan pihaknya siap mendukung proses pengembangan produk hasil riset UNDIP menuju skala industri.

“Kolaborasi ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar untuk ikut memproduksi hasil penelitian UNDIP agar dapat dikembangkan lebih luas kepada masyarakat, terutama pada bidang alat kesehatan yang dekat dengan kebutuhan pasien dan tenaga medis,” ujar Sutarto.

Ia menjelaskan PT Symmex Medical Indonesia memiliki pengalaman dalam produksi orthopaedic implant dan surgical instrument.

Perusahaan tersebut mengembangkan berbagai lini produk seperti nail and wire system, external fixation, arthroplasty, hingga titanium locking plate system.

Menurut Sutarto, sinergi dengan UNDIP diharapkan mampu memperkuat produk kesehatan dalam negeri agar memiliki kualitas tinggi dan mampu bersaing dengan produk impor.

Kerja sama ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UNDIP untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat melalui inovasi dan hilirisasi riset.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *