Wisuda ke-183 UNDIP: 5.925 Lulusan, Ada Doktor yang Terbitkan 10 Artikel Scopus

Wisuda ke-183 UNDIP: 5.925 Lulusan, Ada Doktor yang Terbitkan 10 Artikel Scopus (Foto: Ist)

5.925 Wisudawan UNDIP Diwisuda, Doktor Teknik Kimia Cetak 10 Artikel Scopus

SEMARANG, SemarangSatu.com – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali meluluskan ribuan mahasiswa melalui Wisuda ke-183 yang digelar dalam lima tahap pada 27–31 Juli 2026. Sebanyak 5.925 wisudawan resmi menyelesaikan pendidikan, dengan salah satu capaian paling menonjol datang dari wisudawan Program Doktor Teknik Kimia yang berhasil menerbitkan 10 artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus.

Capaian tersebut diraih Dr. Dani Puji Utomo, yang juga merupakan dosen muda Teknik Kimia UNDIP. Seluruh artikel yang diterbitkannya bersumber dari penelitian disertasi selama menempuh program doktor.

Keberhasilan Dani mendapat apresiasi dalam prosesi Wisuda ke-183 UNDIP. Prestasi tersebut dinilai menunjukkan bahwa pendidikan doktoral tidak hanya berorientasi pada penyelesaian studi, tetapi juga menghasilkan penelitian yang memiliki pengakuan di tingkat internasional.

“Saya berterima kasih karena peran UNDIP begitu besar dalam proses ini. LPPM, misalnya, rutin mengadakan Writing Camp. Saya juga aktif mengikuti klinik manuskrip di Fakultas Teknik. Pesan saya untuk rekan-rekan dosen, tetap semangat menulis karena kontribusi kita turut mendukung pemeringkatan universitas, sekaligus menghasilkan gagasan dan inovasi yang berdampak serta bermanfaat bagi masyarakat,” kata Dr. Dani.

5.925 Wisudawan, Mayoritas Cum Laude

Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNDIP, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., mengatakan Wisuda ke-183 diikuti 5.925 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan.

Rinciannya, terdiri atas 109 lulusan program doktor, 553 lulusan program magister, 103 lulusan program spesialis, 378 lulusan program profesi, 4.106 lulusan program sarjana, serta 677 lulusan program sarjana terapan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 65,49 persen wisudawan berhasil menyelesaikan pendidikan dengan predikat cum laude.

Pada wisuda kali ini, UNDIP juga meluluskan 140 penerima beasiswa Bidikmisi yang kini dikenal sebagai Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Beasiswa tersebut ditujukan bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Rektor UNDIP Soroti Budaya Riset

Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan kebanggaannya atas capaian akademik para lulusan, khususnya keberhasilan mahasiswa doktor menghasilkan publikasi ilmiah yang diakui secara internasional.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa UNDIP terus membangun budaya riset yang kuat di lingkungan akademik.

“Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa doktor UNDIP tidak hanya mampu menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga menghasilkan luaran penelitian yang diakui di tingkat internasional,” ujar Prof. Suharnomo.

Ia juga berpesan kepada seluruh lulusan agar tetap membawa nama baik almamater setelah terjun ke tengah masyarakat.

“Selalu bersyukur dan bangga menjadi lulusan UNDIP, yang merupakan kampus terbaik dan bereputasi kelas dunia,” katanya.

Prof. Suharnomo menambahkan, berbagai capaian UNDIP turut memperkuat posisi kampus di tingkat nasional maupun internasional. Dalam UI GreenMetric, UNDIP menempati peringkat kedua nasional, peringkat keempat Asia, dan peringkat ke-23 dunia sebagai kampus hijau yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sementara dalam THE (Times Higher Education) World University Rankings 2025, UNDIP berada di peringkat kelima di Indonesia dan masuk kelompok peringkat 501–600 Asia.

Prestasi Mahasiswa hingga Inovasi untuk Masyarakat

Prestasi UNDIP juga ditunjukkan melalui capaian mahasiswa dalam berbagai kompetisi. Di antaranya Felicia Hestiawan yang meraih juara pertama Mahasiswa Berprestasi Program Sarjana dan Callysta Najmi Raissa sebagai juara pertama Mahasiswa Berprestasi Program Diploma dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional 2025.

Mahasiswa UNDIP juga menorehkan prestasi dalam berbagai ajang, seperti POMNAS, MTQMN, Satria Data, dan sejumlah kompetisi mahasiswa lainnya.

Di sisi lain, UNDIP terus mengembangkan fasilitas pendidikan untuk mendukung pembelajaran berkelas global. Sejumlah fasilitas yang memasuki tahap penyelesaian antara lain Tower Peleburan, Tower Tembalang, Taman UNDIP Rumah Kita, Diponegoro Edu Park, lintasan lari Stadion UNDIP, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Inovasi yang dikembangkan UNDIP juga diarahkan agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Beberapa di antaranya adalah mesin desalinasi dan mesin penjernih air yang telah dimanfaatkan masyarakat pesisir Jawa Tengah, wilayah terdampak banjir di Sumatera, hingga kawasan terisolasi di Nusakambangan.

UNDIP juga mengembangkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) sebagai bagian dari upaya mendukung program zero waste.

Program tersebut mendapat perhatian Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. Saat hadir di UNDIP, ia mendorong agar kampus tersebut dapat menjadi lokasi proyek percontohan pengelolaan sampah bagi perguruan tinggi di Indonesia.

Ketua Senat Akademik UNDIP, Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D., mengatakan kualitas lulusan menjadi salah satu kekuatan yang terus dikembangkan universitas.

“Universitas Diponegoro merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik yang lulusannya memiliki daya saing tinggi dan mampu terserap dengan baik di dunia kerja. Hal ini menjadi motivasi bagi universitas untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Hingga Wisuda ke-183, UNDIP tercatat telah meluluskan 297.899 alumni. Para alumni tersebut kini berkiprah di berbagai bidang profesi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan tambahan 5.925 lulusan pada Wisuda ke-183, UNDIP berharap para alumni mampu membawa ilmu, kompetensi, inovasi, dan pengalaman akademik untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *