Skutik Kuasai 95 Persen Penjualan Motor Honda di Jateng, Vario Series Masih Jadi Andalan

Penjualan Motor Honda di Jateng Didominasi Skutik, Vario Tetap Favorit (Foto: Taufik)

 

Penjualan Motor Honda di Jateng Didominasi Skutik, Vario Tetap Favorit

SEMARANG, SemarangSatu.com – Tren penggunaan sepeda motor matik di Jawa Tengah terus menunjukkan dominasi. Main Dealer Astra Motor Jawa Tengah mencatat kendaraan jenis skutik kini menyumbang hampir 95 persen dari total penjualan sepeda motor Honda di provinsi tersebut.

Marketing Manager Astra Motor Jawa Tengah, Kresna Murti Dewanto, mengatakan perubahan preferensi konsumen membuat motor matik semakin mendominasi dibandingkan jenis motor lainnya.

“Kalau secara matic kita sudah sampai sekitar 90 persen lah ya, hampir 95 persen. Matic yang medium low masih menjadi primadona di Jawa Tengah ini,” ujar Kresna saat ditemui usai peluncuran New Honda Vario Evo 160 di Semarang, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, dominasi tersebut menunjukkan masyarakat semakin mengutamakan kendaraan yang praktis untuk menunjang mobilitas harian. Kemudahan pengoperasian, efisiensi bahan bakar, hingga kenyamanan berkendara menjadi faktor utama tingginya permintaan motor matik.

Kresna menjelaskan, segmen skutik kelas menengah hingga menengah bawah masih menjadi penyumbang terbesar penjualan Honda di Jawa Tengah. Segmen tersebut dinilai paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.

Di antara berbagai model yang dipasarkan Honda, keluarga Honda Vario masih menjadi salah satu kontributor utama penjualan.

“Vario Series sampai sekarang sekitar 11 sampai 12 persen,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui kontribusi Honda Vario mengalami sedikit penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Penurunan tersebut tidak terlepas dari semakin banyaknya pilihan produk skutik di pasar.

“Kalau dibandingkan yang sebelumnya memang terjadi penurunan,” ujarnya.

Namun, Astra Motor Jawa Tengah menilai kondisi tersebut masih berada dalam batas yang wajar karena secara keseluruhan penjualan motor Honda justru mengalami pertumbuhan.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, kita naik kurang lebih sekitar 10 persen,” kata Kresna.

Ia menyebut pertumbuhan tersebut menjadi dasar optimisme perusahaan untuk terus memperluas pasar, termasuk melalui peluncuran New Honda Vario Evo 160.

Selain mengandalkan penyegaran desain, Honda juga membidik konsumen baru dari kalangan Generasi Z dan pekerja muda yang dinilai menjadi pasar potensial dalam beberapa tahun mendatang.

“Target konsumen kita memang dengan warna dan penyegaran yang baru ini kita coba kejar di segmen Gen Z, anak muda, orang yang baru mau kerja. Karena memang segmen ini saat ini lagi naik,” ujarnya.

Kresna juga menepis anggapan bahwa perlambatan ekonomi akan berdampak besar terhadap penjualan sepeda motor. Menurutnya, berbeda dengan kendaraan roda empat, sepeda motor masih menjadi alat transportasi utama bagi sebagian besar masyarakat.

“Kalau kita bicara sepeda motor saat ini masih cukup menjadi sarana transportasi pilihan. Sehingga kami masih cukup optimistis di Jawa Tengah ini,” katanya.

Optimisme tersebut semakin kuat setelah tingginya minat masyarakat terhadap New Honda Vario Evo 160. Sejak diperkenalkan secara nasional, model terbaru tersebut telah mengantongi lebih dari 700 surat pemesanan kendaraan (SPK) di jaringan dealer Honda wilayah Jawa Tengah.

Dengan kondisi tersebut, Astra Motor Jawa Tengah meyakini pasar skutik masih akan menjadi motor penggerak utama penjualan Honda sepanjang 2026, sekaligus mempertahankan dominasi kendaraan matik di pasar otomotif Jawa Tengah.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *