BMKG: Cuaca Semarang Hari Ini Cerah Berawan, Angin Siang Hari Capai 18,5 Km/Jam
SEMARANG, SemarangSatu.com – Cuaca di Kota Semarang pada Minggu (12/7/2026) diperkirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan sejak pagi hingga malam. Masyarakat dapat memanfaatkan cuaca yang relatif bersahabat untuk beraktivitas di luar ruangan, meski tetap disarankan mewaspadai perubahan kondisi cuaca pada malam hingga dini hari.
Berdasarkan prakiraan cuaca, suhu udara pada pagi hari berada di kisaran 19 derajat Celsius dengan kondisi cerah berawan. Memasuki pukul 07.00 WIB cuaca berubah menjadi cerah dengan suhu naik menjadi 22 derajat Celsius.
Menjelang siang hingga awal sore, cuaca diprediksi tetap cerah. Suhu udara mencapai puncaknya sekitar 28 derajat Celsius pada pukul 13.00 WIB, sementara kelembapan udara turun hingga sekitar 51–53 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan mencapai 18,5 kilometer per jam.
Pada sore menuju malam, cuaca masih diperkirakan cerah dengan suhu berangsur turun menjadi 24 derajat Celsius pada pukul 16.00 WIB dan 21 derajat Celsius pada pukul 19.00 WIB. Kelembapan udara kembali meningkat hingga lebih dari 80 persen.
Memasuki malam hingga dini hari Senin (13/7/2026), kondisi cuaca diprediksi cerah hingga cerah berawan dengan suhu turun ke kisaran 17–16 derajat Celsius. Kelembapan udara meningkat hingga mencapai 95–97 persen sehingga udara terasa lebih lembap pada dini hari.
Saat pemutakhiran data pada Minggu pagi, suhu udara di Semarang tercatat 19 derajat Celsius dengan kondisi cerah berawan. Kelembapan udara mencapai 79 persen, angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan 3,9 kilometer per jam, serta jarak pandang lebih dari 10 kilometer.
Prakiraan beberapa hari ke depan menunjukkan cuaca di Semarang masih didominasi cerah hingga berawan. Suhu maksimum berkisar antara 28 hingga 30 derajat Celsius, sedangkan suhu minimum berada di kisaran 19–21 derajat Celsius. Pada malam dan dini hari, kelembapan udara diperkirakan tetap tinggi sehingga berpotensi memunculkan udara kabur di sejumlah wilayah.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari disarankan menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari dan tetap mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Sementara bagi pengendara pada malam hingga dini hari, diimbau lebih berhati-hati karena jarak pandang berpotensi menurun akibat udara kabur di beberapa waktu.



