Kisah Gugurnya dr. Kariadi Saat Cek Dugaan Peracunan Air Warga Semarang Kembali Diangkat Seskoal

Kisah Gugurnya dr. Kariadi Saat Cek Dugaan Peracunan Air Warga Semarang Kembali Diangkat Seskoal (Foto: Ist)

 

dr. Kariadi Gugur Saat Selidiki Dugaan Peracunan Air Semarang, Kisahnya Kembali Dikaji Seskoal

SEMARANG, SemarangSatu.com – Pengabdian dr. Kariadi pada masa awal kemerdekaan kembali menjadi perhatian. Tim peneliti Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) mengkaji kembali misi terakhir sang dokter yang gugur saat menyelidiki dugaan peracunan Reservoir Siranda, sumber air bersih utama warga Semarang pada 1945.

Penelitian bertajuk Kepemimpinan Kemanusiaan dr. Kariadi di Kota Pelabuhan: Studi Kasus Dedikasi Dokter di Tengah Konflik Maritim Pertempuran Lima Hari Semarang 1945 dilaksanakan di Kota Semarang, Senin (6/7/2026). Kajian ini bertujuan mendokumentasikan sekaligus mengangkat kembali nilai pengabdian dan kepemimpinan kemanusiaan dr. Kariadi sebagai inspirasi bagi generasi penerus.

Kegiatan diawali di Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Semarang melalui konferensi video bersama ahli waris dr. Kariadi yang diwakili cucunya, Desi Medianto.

Dalam paparannya, Desi menjelaskan bahwa pada 14 Oktober 1945, dr. Kariadi berangkat untuk memeriksa informasi mengenai dugaan peracunan Reservoir Siranda yang saat itu menjadi sumber air bersih utama masyarakat Semarang. Namun, di tengah perjalanan menjalankan tugas tersebut, ia ditembak tentara Jepang hingga gugur.

Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai salah satu pemicu meletusnya Pertempuran Lima Hari Semarang, yang menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Desi juga menyampaikan harapan keluarga agar proses pengusulan dr. Kariadi sebagai Pahlawan Nasional dapat segera terealisasi setelah seluruh persyaratan administrasi dipenuhi.

Usai kegiatan di Lanal Semarang, tim peneliti melanjutkan pengumpulan data di RSUP dr. Kariadi Semarang. Rombongan meninjau monumen dr. Kariadi dan berdiskusi dengan jajaran manajemen rumah sakit untuk memperkuat referensi sejarah mengenai dedikasi serta nilai kepemimpinan kemanusiaan yang diwariskan dr. Kariadi.

Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Layanan Operasional RSUP dr. Kariadi, Dr. dr. Ninung Rose Diana Kusumawati, M.Si.Med., Sp.A(K), Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian Sri Utami, SKM, MARS, Manajemen Hukum dan Humas Ir. Vivi Vira Viridianti, M.Kes., DHM., M.M., serta Ketua Komite Medik dr. Najatullah, Sp.B.P.R.E.

Melalui penelitian ini, Seskoal berupaya mendokumentasikan kembali jejak perjuangan dr. Kariadi yang mengedepankan keselamatan masyarakat di tengah situasi konflik. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya referensi sejarah sekaligus menanamkan nilai kepemimpinan, keberanian, dan pengabdian kepada generasi muda.

Tim peneliti Seskoal dipimpin Kolonel Laut (P) Agus Prabowo dengan anggota Kolonel Laut (P) Agus Prabowo, Kolonel Marinir A. Sochfan, Kolonel Marinir Widharta, Kolonel Laut (P) Yulis, Kolonel Marinir Dwi, Kolonel Laut (P) MB. Pandjaitan, dan Kolonel Laut (P) Soemartono.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *