Ban Motor Cepat Aus? Ini Kesalahan Pengendara yang Sering Dilakukan

Ban Motor Cepat Aus? Ini Kesalahan Pengendara yang Sering Dilakukan (Foto: Ist)

Jangan Salah Kebiasaan! Ini Penyebab Ban Motor Cepat Gundul Menurut Astra Motor Jateng

SEMARANG, SemarangSatu.com – Ban menjadi satu-satunya komponen sepeda motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Kondisi ban yang prima tidak hanya mendukung kenyamanan berkendara, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas, pengereman, hingga keselamatan pengendara.

Namun, masih banyak pengendara yang tanpa sadar memiliki kebiasaan berkendara yang justru membuat ban lebih cepat aus atau gundul. Padahal, kerusakan ban dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat berkendara di jalan basah maupun saat melakukan pengereman mendadak.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Mukammad Aldy Irvansyah, mengatakan perawatan ban harus menjadi perhatian utama karena komponen tersebut memegang peran vital dalam mengendalikan sepeda motor.

“Ban merupakan satu-satunya bagian motor yang bersentuhan langsung dengan jalan. Karena itu, pengendara perlu memahami kebiasaan apa saja yang dapat mempercepat keausan ban agar keselamatan tetap terjaga,” ujar Aldy.

Menurutnya, salah satu penyebab utama ban cepat gundul adalah gaya berkendara yang agresif. Kebiasaan membuka gas secara tiba-tiba dan melakukan pengereman mendadak membuat gesekan ban dengan aspal meningkat sehingga suhu ban lebih cepat naik dan usia pakainya menjadi lebih pendek.

Selain itu, manuver ekstrem seperti menikung dengan kecepatan tinggi juga membuat bagian samping ban lebih cepat aus akibat tingginya tekanan dan gesekan saat kendaraan bermanuver.

Tidak hanya dipengaruhi cara berkendara, kondisi ban juga dipengaruhi kebiasaan pengendara dalam melakukan perawatan. Tekanan angin yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan menjadi salah satu faktor yang paling sering menyebabkan keausan tidak merata.

Tekanan angin yang terlalu rendah membuat permukaan ban lebih banyak bersentuhan dengan aspal sehingga gesekan meningkat. Sebaliknya, tekanan angin yang terlalu tinggi membuat bagian tengah ban lebih cepat aus sekaligus mengurangi daya cengkeram ban di jalan.

Faktor lain yang mempercepat kerusakan ban adalah kebiasaan membawa beban melebihi kapasitas kendaraan. Beban berlebih membuat ban bekerja lebih keras, meningkatkan suhu, serta berpotensi merusak struktur ban.

Kondisi jalan juga turut memengaruhi usia pakai ban. Jalan berlubang, berbatu, maupun dipenuhi kerikil tajam dapat mempercepat keausan sekaligus meningkatkan risiko ban bocor atau rusak.

Untuk menjaga kondisi ban tetap optimal, Astra Motor Jawa Tengah mengimbau pengendara menerapkan gaya berkendara yang lebih halus, menghindari akselerasi dan pengereman mendadak, serta melakukan manuver secara wajar.

Pengendara juga disarankan rutin memeriksa tekanan angin minimal satu kali dalam sepekan atau sebelum perjalanan jauh, menghindari membawa muatan berlebih, serta memilih jalur yang lebih aman apabila memungkinkan.

“Merawat ban bukan hanya membuat usia pakainya lebih panjang, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan selama berkendara. Ban yang terawat merupakan investasi penting bagi keselamatan di jalan,” tutup Aldy.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *