Geger Petani Tanam Ganja di Jambu, Kabupaten Semarang Perkuat Gerakan Antinarkoba

Geger Petani Tanam Ganja di Jambu, Kabupaten Semarang Perkuat Gerakan Antinarkoba (Foto: Taufik)

Petani Tanam Ganja di Jambu Jadi Alarm, Pemkab Semarang Bentuk Gerakan Antinarkoba hingga Tingkat Desa

SEMARANG, SemarangSatu.com – Temuan seorang petani yang menanam ganja di dalam pot di Kecamatan Jambu menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Semarang untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Kasus tersebut mendorong lahirnya Gerakan Desa Pembentukan Kader dan Relawan Antinarkoba (Gada Kresna) yang akan diperluas hingga ke seluruh desa.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Semarang Suyana mengatakan, meski yang ditemukan baru satu kasus, pemerintah tidak ingin peredaran maupun penyalahgunaan narkoba meluas ke masyarakat, terutama generasi muda.

“Yang ditemukan hanya satu pot. Tetapi ini juga mengkhawatirkan kalau kemudian merambah ke yang lain. Harapan kami masyarakat tidak terpengaruh dan memahami bahwa ganja itu dilarang,” kata Suyana, Selasa (28/7/2026)

Menurutnya, petani yang menanam ganja diduga terdorong motif ekonomi dengan harapan memperoleh keuntungan lebih besar. Namun, tindakan tersebut justru berisiko menimbulkan konsekuensi hukum yang berat.

“Biasanya hanya ikut-ikutan karena menganggap hasilnya besar. Padahal kerugiannya jauh lebih besar daripada keuntungannya karena ancaman hukumnya juga berat,” ujarnya.

Kasus tersebut ditemukan di wilayah Kecamatan Jambu dan saat ini telah ditangani aparat penegak hukum. Suyana menegaskan, hingga kini baru satu petani yang ditemukan menanam ganja.

Selain temuan itu, Kabupaten Semarang juga menghadapi persoalan penyalahgunaan narkoba yang dinilai cukup memprihatinkan. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah, Kabupaten Semarang berada di peringkat ketujuh di Jawa Tengah terkait penyalahgunaan narkoba.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan karena dapat mengganggu kondusivitas daerah, terutama masa depan generasi muda,” katanya.

Untuk menekan penyalahgunaan narkoba, Pemkab Semarang menggulirkan program Gada Kresna atau Gerakan Desa Pembentukan Kader dan Relawan Antinarkoba. Program tersebut difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kader di tingkat desa.

Menurut Suyana, para kader nantinya bertugas menyosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

“Harapan kami semua desa nantinya memiliki kader relawan Gada Kresna sehingga pencegahan tidak hanya dilakukan di perkotaan, tetapi sampai ke desa-desa,” jelasnya.

Sosialisasi juga akan menyasar berbagai forum masyarakat, mulai dari pertemuan RT, pengajian, kegiatan gereja, wihara, hingga organisasi kemasyarakatan.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menegaskan narkoba merupakan musuh bersama yang harus dicegah sejak dini karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia.

“Narkoba menjadi musuh kita bersama, terutama bagi generasi muda. Kalau sudah terjerat narkoba, proses pemulihannya tidak mudah dan masa depannya juga akan suram,” tegas Ngesti.

Ia meminta seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif menyampaikan edukasi mengenai bahaya narkoba dalam berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan.

“Pencegahan harus dilakukan bersama. Sosialisasi bisa disisipkan dalam pengajian, kegiatan gereja, wihara maupun forum kemasyarakatan lainnya agar masyarakat semakin memahami bahaya narkoba,” ujarnya.

Melalui Gada Kresna, Pemkab Semarang berharap desa menjadi garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

 

 

Tags:

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *