Rumah Ngaliman di Purworejo Makin Dekat Rampung, Progres RTLH Sudah 70 Persen
PURWOREJO, SemarangSatu.com – Rumah Ngaliman, warga Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, kini semakin mendekati bentuk hunian yang layak. Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 Purworejo telah mencapai progres sekitar 70 persen.
Satgas TMMD terus mengebut pembangunan rumah tersebut. Saat ini, pekerjaan memasuki tahap plesteran dinding bagian dalam dan luar rumah.
Progres 70 persen menjadi tanda bahwa pembangunan rumah Ngaliman sudah memasuki tahapan penting. Dinding rumah mulai dirapikan dan diperkuat sebelum pekerjaan berlanjut ke tahapan berikutnya hingga akhirnya siap ditempati.
Di lokasi pembangunan, personel Satgas TMMD bekerja dengan teliti untuk memastikan setiap bagian rumah dikerjakan dengan baik. Mereka juga bergotong royong bersama masyarakat sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan lancar.
Koordinator pembangunan rumah Ngaliman, Peltu Sriyanto, mengatakan perkembangan pembangunan hingga saat ini cukup menggembirakan. Satgas TMMD optimistis rumah tersebut dapat diselesaikan sesuai target.
“Alhamdulillah, progres pembangunan rumah Bapak Ngaliman sudah mencapai sekitar 70 persen. Saat ini kami fokus pada pekerjaan plester dinding bagian dalam dan luar rumah. Kami optimistis pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga rumah ini segera dapat ditemati dengan nyaman oleh pemiliknya,” ujarnya.
Bagi Ngaliman, setiap tahapan pembangunan yang selesai membawa harapan baru. Rumah yang sebelumnya membutuhkan perbaikan kini perlahan berubah menjadi hunian yang lebih layak dan nyaman.
Pembangunan RTLH Ngaliman merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 Purworejo di Desa Watuduwur. Program tersebut menyasar kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya membantu meningkatkan kesejahteraan warga.
Menariknya, pembangunan rumah tersebut tidak hanya dikerjakan oleh Satgas TMMD. Masyarakat juga ikut bergotong royong membantu pekerjaan di lapangan. Kebersamaan itu menjadi kekuatan tersendiri dalam mengejar target penyelesaian pembangunan.
Dengan progres yang telah mencapai 70 persen, rumah Ngaliman kini semakin dekat untuk diselesaikan. Plesteran dinding yang sedang dikerjakan menjadi salah satu tahapan penting sebelum rumah tersebut benar-benar siap digunakan.
TMMD Reguler ke-129 di Desa Watuduwur pun tidak sekadar menghadirkan pembangunan fisik. Di balik rumah yang perlahan berubah tersebut, ada harapan warga, kerja keras prajurit, serta gotong royong masyarakat yang menyatu untuk mewujudkan hunian lebih layak.




