Mozza Axillia Gunarsa Hilang Setahun, Ayah Ungkap Putrinya Sempat Lolos Undip
SEMARANG, SemarangSatu.com – Sudah satu tahun berlalu sejak Mozza Axillia Gunarsa meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Hingga kini, remaja berusia 18 tahun asal Kabupaten Semarang itu belum diketahui keberadaannya. Di tengah penantian yang tak kunjung berakhir, keluarga mengungkap fakta yang semakin menyayat hati. Mozza ternyata dinyatakan lolos sebagai mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip), namun diduga tak pernah mengetahui kabar tersebut karena telah lebih dulu menghilang.
Sang ayah, Singgih (42), mengatakan keluarga masih terus berupaya mencari keberadaan putri sulungnya. Berbagai cara telah dilakukan, mulai dari melapor ke kepolisian, menindaklanjuti setiap informasi dari masyarakat, hingga mendatangi sejumlah daerah yang disebut-sebut menjadi lokasi keberadaan Mozza.
Pesan WhatsApp Terakhir Mozza Axillia Gunarsa
Singgih masih mengingat jelas percakapan terakhir dengan putrinya melalui WhatsApp pada 25 Juni 2025.
“Yah, kakak keluar sama Mbak Ayuk ke rumah teman Mbak Ayuk yang dikodam, nganter laptop mau dipinjam teman Mbak Ayuk.”
Pesan tersebut kemudian dibalas Singgih dengan singkat.
“Iya.”
Tak ada yang menyangka, percakapan itu menjadi komunikasi terakhir antara ayah dan anak.
Sejak saat itu, seluruh pesan yang dikirim keluarga tak pernah lagi mendapat balasan. Nomor WhatsApp Mozza hanya menunjukkan satu tanda centang, sementara foto profilnya menghilang.
Menurut Singgih, ada hal yang membuat keluarga semakin bingung. Teman bernama Ayuk yang disebut dalam pesan terakhir justru mengaku tidak pernah memiliki janji bertemu dengan Mozza pada hari tersebut.
“Saat itu memang saya sudah curiga. Biasanya kalau pergi selalu memberi kabar, mengirim foto lokasi atau memberi tahu sedang di mana. Tapi kali ini tidak sama sekali. Sampai sekarang juga tidak ada kabar atau petunjuk apa pun dari Mozza,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Rabu (8/7/2026).
Ponsel dan Identitas Mozza Ditemukan di Lokasi Berbeda
Keluarga telah melaporkan hilangnya Mozza ke Polres Semarang dan Polda Jawa Tengah. Namun hingga kini, menurut Singgih, penyelidikan belum membuahkan hasil.
“Saya sudah lapor ke Polres Semarang, ke Polda Jawa Tengah, tapi belum ada hasil. Menurut saya prosesnya lama dan terkesan bertele-tele,” katanya.
Di tengah pencarian, ponsel milik Mozza ditemukan seseorang di kawasan Kota Lama Semarang sekitar September 2025. Namun saat ditemukan, kondisi perangkat tersebut sudah di-reset.
Singgih berharap data dalam ponsel masih dapat dipulihkan untuk membantu mengungkap keberadaan putrinya.
Selain ponsel, KTP dan SIM milik Mozza juga ditemukan tercecer di Jalan Dr. Cipto Semarang oleh seorang tukang becak. Dokumen tersebut kemudian dikembalikan kepada keluarga melalui warga yang mengenali identitas Mozza.
“KTP dan SIM ditemukan di jalan. Saya sudah meminta polisi membuka CCTV di sekitar lokasi penemuan, tetapi sampai sekarang belum ada informasi mengenai hasilnya,” ujarnya.
Keluarga Menelusuri Setiap Petunjuk
Tak hanya menunggu hasil penyelidikan, Singgih mengaku ikut melakukan pencarian secara mandiri.
Ia mendatangi berbagai daerah setelah menerima informasi dari masyarakat, mulai dari Semarang, Solo, Indramayu hingga Jombang, Jawa Timur.
Salah satu pencarian dilakukan bersama penyidik ketika nomor lama Mozza sempat terlacak berada di Jombang. Namun setelah ditelusuri, nomor tersebut ternyata telah digunakan orang lain.
Singgih juga menemukan sebuah akun media sosial yang masih tertaut pada perangkat Mozza. Dari akun itu, ia melihat adanya komunikasi rutin dengan seseorang yang menurutnya perlu ditelusuri.
“Saya meminta polisi menyelidiki siapa pemilik akun itu karena menurut saya itu petunjuk penting,” katanya.
Mozza Tak Pernah Tahu Diterima di Undip
Di tengah pencarian yang belum membuahkan hasil, keluarga justru menerima kabar yang membanggakan sekaligus menyedihkan.
Pada Juli 2025, Mozza dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru Universitas Diponegoro.
Namun karena telah menghilang sejak 25 Juni 2025, keluarga meyakini Mozza tidak pernah mengetahui bahwa impiannya berhasil terwujud.
“Jadi mungkin Mbak Mozza belum tahu dia keterima jadi mahasiswa di Undip. Bulan Juli 2025 itu pengumuman penerimaan mahasiswa baru dan anak saya diterima,” ujar Singgih sambil menahan tangis.
Menurutnya, sebelum menghilang tidak ada persoalan dalam keluarga. Mozza juga hanya membawa tas kecil saat berpamitan keluar rumah. STNK kendaraan dan pengisi daya telepon genggam masih tertinggal.
“Waktu pamit pergi itu tidak ada masalah apa pun dengan keluarga. Dia hanya membawa tas kecil. STNK tidak dibawa, charger ponselnya juga ditinggal. Saya yakin anak saya tidak mungkin pergi sendiri. Dari kecil dia mandiri, berprestasi, dan tidak pernah membuat kami khawatir,” tuturnya.
Meski waktu terus berjalan, Singgih mengaku belum kehilangan harapan. Ia percaya putrinya masih hidup dan suatu saat akan kembali berkumpul bersama keluarga.
“Kalau Mozza melihat ini, pulang, Nak. Sini ke rumah, kita kumpul lagi, kita jalan-jalan lagi. Kasihan ibu sama adik kamu. Pulang, Nak. Saya percaya anak saya masih hidup dan dalam kondisi selamat.”




