Jangan Asal Gas! Ini Tips Aman Touring Pegunungan saat Libur Sekolah

Jangan Asal Gas! Ini Tips Aman Touring Pegunungan saat Libur Sekolah (Foto: Ist)

 

Tips Aman Touring Pegunungan saat Libur Sekolah, Awas Rem Blong di Turunan!

SEMARANG, SemarangSatu.com – Libur panjang sekolah yang bertepatan dengan musim kemarau dimanfaatkan banyak warga Jawa Tengah untuk berwisata menggunakan sepeda motor ke kawasan pegunungan. Destinasi seperti Tawangmangu, Kopeng, Guci, hingga Colo menjadi tujuan favorit karena menawarkan udara sejuk dan panorama alam yang menarik.

Meski demikian, jalur menuju kawasan wisata dataran tinggi memiliki karakter yang berbeda dibanding jalan perkotaan maupun jalur Pantura. Tanjakan curam, turunan panjang, serta tikungan tajam membutuhkan teknik berkendara yang tepat agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto, mengingatkan pengendara agar tidak menganggap remeh jalur pegunungan. Menurutnya, sebagian besar kecelakaan di kawasan tersebut dipicu pengendara yang kehilangan kendali saat menikung atau mengalami rem blong ketika melewati turunan panjang.

“Jika kita perhatikan berita kecelakaan di jalur-jalur tersebut, musuh utamanya hampir selalu sama, yakni gagal menikung atau rem blong, terutama pada sepeda motor matik. Berkendara di pegunungan bukan soal seberapa berani memutar gas, melainkan seberapa cerdas mengendalikan gaya gravitasi dan traksi ban,” ujarnya.

Oke menjelaskan, teknik menikung yang benar dimulai dengan mengurangi kecepatan sebelum memasuki tikungan. Pengendara dianjurkan menerapkan prinsip Slow In, Fast Out, yakni masuk tikungan dengan kecepatan rendah, menjaga laju tetap stabil saat berada di tikungan, kemudian mulai membuka gas secara bertahap setelah melihat jalur keluar tikungan.

Ia juga mengingatkan agar pengendara tidak melakukan pengereman mendadak ketika motor sudah berada di dalam tikungan karena dapat mengurangi traksi ban dan meningkatkan risiko tergelincir.

Selain teknik menikung, cara menggunakan rem juga menjadi faktor penting, terutama saat melintasi turunan panjang. Menurut Oke, kebiasaan menahan tuas rem terus-menerus dapat memicu panas berlebih pada sistem pengereman hingga menyebabkan vapor lock, yaitu kondisi ketika minyak rem mendidih dan rem kehilangan daya cengkeram.

Untuk mencegah hal tersebut, pengendara disarankan menggunakan teknik pengereman secara bertahap atau metode lepas-pasang, sehingga cakram rem memiliki waktu untuk mendingin.

Pengendara motor matik juga dianjurkan memanfaatkan efek engine brake dengan mempertahankan sedikit bukaan gas saat melewati turunan agar putaran mesin membantu menahan laju kendaraan. Selain itu, penggunaan rem depan dan belakang harus dilakukan secara bersamaan dengan komposisi yang seimbang agar motor tetap stabil.

Saat menghadapi tikungan tajam di jalur pegunungan, pengendara sebaiknya menggunakan teknik lean in, yakni memiringkan tubuh mengikuti kemiringan motor secara alami. Hindari manuver ekstrem layaknya pembalap karena kondisi jalan umum memiliki banyak risiko, termasuk kendaraan dari arah berlawanan.

Oke juga mengimbau pengendara selalu memastikan kondisi sepeda motor dalam keadaan prima sebelum berangkat, terutama sistem pengereman, tekanan ban, serta kelayakan ban. Penggunaan helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu juga menjadi perlengkapan wajib selama perjalanan.

“Bagi warga Solo, Semarang, Pekalongan, dan Pati yang akan berwisata pada libur Juni ini, hormati jalur pegunungan dengan selalu mengendalikan kecepatan dan menyesuaikan penggunaan transmisi. Jangan biarkan kecepatan mengambil alih kendali atas keselamatan Anda. Gunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, terutama helm, sebelum memulai perjalanan. #Cari_Aman, nikmati liburan dengan selamat dan nyaman,” pesan Oke.

Dengan menerapkan teknik berkendara yang benar dan selalu mengutamakan keselamatan, perjalanan menuju berbagai destinasi wisata pegunungan di Jawa Tengah dapat berlangsung lebih aman sehingga momen liburan bersama keluarga tetap menyenangkan tanpa diwarnai risiko kecelakaan.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *