KAI Daop 4 Semarang Layani 51.372 Penumpang WNA Selama Semester I 2026

KAI Daop 4 Semarang Layani 51.372 Penumpang WNA Selama Semester I 2026 (Foto: Ist)

Penumpang WNA di KAI Daop 4 Semarang Tembus 51 Ribu Orang, Naik 9,38 Persen pada Semester I 2026

SEMARANG, SemarangSatu.com – Moda transportasi kereta api semakin diminati wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jawa Tengah. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mencatat sebanyak 51.372 warga negara asing (WNA) menggunakan layanan kereta api selama periode Januari hingga Juni 2026.

Jumlah tersebut meningkat 9,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 46.968 penumpang WNA. Peningkatan ini menunjukkan kereta api tetap menjadi moda transportasi favorit wisatawan asing untuk menjangkau berbagai destinasi di wilayah utara dan tengah Jawa Tengah.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan kereta api menawarkan kenyamanan, ketepatan waktu, serta pengalaman perjalanan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing.

“Selain nyaman dan tepat waktu, perjalanan menggunakan kereta api juga memberikan pengalaman wisata tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang ingin menikmati keindahan lanskap pedesaan, perkotaan, bahkan pesisir pantai di sepanjang jalur rel,” ujar Luqman.

Menurutnya, layanan kereta api juga menjadi pilihan transportasi yang efisien sekaligus ramah lingkungan bagi wisatawan yang datang ke Indonesia.

“Selain menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda, layanan kereta api KAI memberikan jaminan kenyamanan, keamanan, dan akses langsung ke berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah,” lanjutnya.

Data KAI Daop 4 Semarang menunjukkan Stasiun Semarang Tawang menjadi stasiun dengan jumlah penumpang WNA terbanyak selama semester pertama 2026, yakni mencapai 24.976 orang.

Posisi berikutnya ditempati Stasiun Semarang Poncol dengan 6.647 penumpang WNA, disusul Stasiun Tegal sebanyak 6.238 penumpang, Stasiun Pekalongan 4.758 penumpang, Stasiun Pemalang 3.722 penumpang, serta Stasiun Weleri yang melayani 1.869 penumpang WNA. Stasiun-stasiun tersebut menjadi titik keberangkatan maupun kedatangan utama wisatawan asing di wilayah Daop 4 Semarang.

Selain kota-kota besar, sejumlah daerah seperti Grobogan, Pekalongan, dan Blora juga mulai menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Potensi tersebut didukung keberadaan berbagai destinasi sejarah, budaya, dan wisata alam yang terhubung dengan jaringan transportasi kereta api.

Daop 4 Semarang juga memiliki nilai historis dalam perkembangan perkeretaapian Indonesia. Di wilayah ini berdiri Stasiun Tanggung di Kabupaten Grobogan yang merupakan salah satu stasiun tertua di Indonesia dan menjadi bagian dari jalur kereta api pertama Tanggung–Semarang yang dioperasikan pada 1867.

Luqman menegaskan KAI terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keandalan prasarana, serta memastikan keselamatan perjalanan untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

“Kami memastikan seluruh fasilitas dan jalur lintas di wilayah Daop 4 berada dalam kondisi andal agar perjalanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, selalu nyaman dan aman,” katanya.

Ia optimistis tren kenaikan wisatawan asing akan terus berlanjut seiring meningkatnya minat terhadap perjalanan berbasis pengalaman.

“Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata, kami yakin Daop 4 Semarang dapat menjadi salah satu gerbang utama bagi wisatawan untuk mengenal lebih dekat potensi Jawa Tengah melalui jalur kereta api,” tutup Luqman.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *