Cegah HIV di Kalangan Remaja, Unhas-Undip-Unsri Luncurkan KITA SEBAYA di Semarang

Cegah HIV di Kalangan Remaja, Unhas-Undip-Unsri Luncurkan KITA SEBAYA di Semarang (Foto: Ist)

KITA SEBAYA Dorong Remaja Jadi Agen Perubahan untuk Cegah HIV di Semarang

SEMARANG, SemarangSatu.com — Upaya mencegah penularan HIV di kalangan remaja tidak cukup hanya dengan memberikan edukasi formal. Remaja membutuhkan ruang untuk berdiskusi secara terbuka, membangun kemampuan komunikasi, sekaligus mendapatkan lingkungan yang bebas stigma.

Pendekatan tersebut diterapkan melalui Program KITA SEBAYA (Kolaborasi Inovatif, Transformasi, dan Aksi Sebaya untuk Pencegahan HIV) yang digelar di SMA N 12 Semarang. Program ini diprakarsai Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai ketua utama pengabdian masyarakat dan inovator program, dengan menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) serta Universitas Sriwijaya (Unsri).

KITA SEBAYA merupakan bagian dari skema Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) yang melibatkan 24 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Melalui konsep pendidik sebaya atau peer education, siswa tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi. Mereka justru dipersiapkan menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV kepada teman-teman di lingkungan mereka.

Pendekatan ini dinilai penting karena komunikasi antarremaja berlangsung dalam suasana yang lebih setara dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, pembahasan mengenai HIV diharapkan tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang tabu atau menghakimi.

Undip Dampingi Siswa SMAN 12 Semarang Lewat Program KITA SEBAYA, Fokus Pencegahan HIV (Foto: Ist)

Dosen FKM Undip yang juga Person in Charge (PIC) Wilayah Kota Semarang, Prof. Dr. dr. Sri Achadi Nugraheni, M.Kes., mengatakan KITA SEBAYA dibangun di atas lima nilai utama, yakni kolaborasi, inovasi, transformasi, aksi, dan pendekatan sebaya.

Kolaborasi diwujudkan melalui keterlibatan sekolah, puskesmas, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), perguruan tinggi, guru, pendidik sebaya, hingga orang tua.

Sementara aspek inovasi diterapkan melalui pemanfaatan media digital untuk mendukung proses pembelajaran. Program ini juga mendorong transformasi perilaku secara bertahap, mulai dari peningkatan pengetahuan, penguatan efikasi diri, hingga keberanian melakukan aksi nyata berupa kampanye kesehatan dan keteladanan.

Seluruh proses tersebut mengedepankan pendekatan sebaya yang berlandaskan kepercayaan, keterbukaan, tidak menghakimi, serta menjaga kerahasiaan.

“Filosofi KITA SEBAYA berangkat dari keyakinan bahwa remaja memiliki potensi besar memengaruhi sebayanya melalui hubungan yang saling percaya dan mendukung. Fasilitator muda ini harus memiliki kapasitas mutlak untuk menjadi penggerak utama di lingkungan mereka,” tegas Prof. Sri Achadi.

Sebanyak 15 siswa anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) SMA N 12 Semarang mengikuti pelatihan pendidik sebaya secara intensif.

Pelatihan tidak hanya berisi materi mengenai pencegahan HIV. Para siswa juga diajak mengikuti diskusi kelompok, simulasi peran, dan sesi refleksi untuk mengasah kemampuan berkomunikasi secara persuasif.

Kemampuan tersebut menjadi bekal penting agar para pendidik sebaya mampu menyampaikan informasi kesehatan kepada teman-temannya dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak menimbulkan stigma.

Undip Dampingi Siswa SMAN 12 Semarang Lewat Program KITA SEBAYA, Fokus Pencegahan HIV (Foto: Ist)

KITA SEBAYA Manfaatkan Platform Digital

Selain pendampingan secara langsung, KITA SEBAYA juga memanfaatkan website edukasi digital sebagai media pembelajaran pendukung.

Platform tersebut menyediakan materi pembelajaran mandiri, video edukasi, kuis, serta fitur pemantauan dan evaluasi. Peserta dapat mengakses berbagai materi sebelum maupun setelah mengikuti sesi pendampingan secara lebih fleksibel.

Setelah pelatihan, 15 pendidik sebaya tersebut akan melanjutkan pendampingan selama enam pekan kepada jejaring teman sebayanya. Pendampingan dilakukan melalui interaksi langsung yang diperkuat dengan pemanfaatan media digital.

Kolaborasi Unhas, Undip, dan Unsri melalui program KITA SEBAYA diharapkan tidak berhenti pada pelatihan. Program ini diarahkan menjadi model pemberdayaan remaja yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan melibatkan remaja sebagai pelaku utama edukasi, program ini diharapkan mampu membangun generasi muda yang memiliki pengetahuan, keberanian berkomunikasi, serta kepedulian terhadap pencegahan HIV di lingkungan sekitarnya.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *