Jaga Lereng Gunung Sumbing dari Kebakaran, Polda Jateng Tanam 1.000 Pohon Kopi
MAGELANG, SemarangSatu.com – Upaya menjaga kawasan lereng Gunung Sumbing dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan. Polda Jawa Tengah bersama masyarakat, kelompok tani dan sejumlah pihak menanam 1.000 pohon kopi serta tanaman keras lainnya di kawasan lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Magelang.
Kegiatan bertajuk “Jangan Bakar Hutan dan Lahan, Wujudkan Lingkungan Aman, Sehat dan Lestari” tersebut digelar melalui program Sapa Semesta Polda Jawa Tengah bersama Gapoktan Lereng Gunung Sumbing.
Kegiatan berlangsung di Nestra Wellness Cafe Gendol, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, dan diikuti sekitar 175 orang.
Penanaman pohon menjadi salah satu langkah untuk menjaga kelestarian kawasan lereng Gunung Sumbing sekaligus mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, terutama saat memasuki musim kemarau.
“Penanaman pohon merupakan bagian dari upaya bersama untuk mencegah terjadinya karhutla,” kata Direktur Intelkam Polda Jateng Kombes Pol Syahbuddin, S.I.K.
Menurutnya, musim kemarau meningkatkan potensi kebakaran, baik di kawasan terbuka maupun wilayah lereng pegunungan. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan dengan melibatkan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan rawan.
Kegiatan tersebut melibatkan Gapoktan Lereng Gunung Sumbing, Universitas Negeri Semarang (UNNES), BKSDA, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, pemerintah desa, pelaku usaha serta masyarakat.
Selain menanam pohon, Direktur Intelkam Polda Jateng didampingi Pj Sekda Kabupaten Magelang juga menyerahkan bantuan kepada Gapoktan Lereng Sumbing.
Bantuan tersebut berupa 1.000 batang bibit kopi, alat pertanian serta alat pengolah kopi.
Penanaman kopi diharapkan tidak hanya memperkuat upaya penghijauan di lereng Gunung Sumbing, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan komoditas kopi lokal.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan barista kopi bagi masyarakat.
Pelatihan tersebut memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai pengolahan serta penyajian kopi. Dengan keterampilan tersebut, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dari hasil produksi kopi lokal.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara aparat, pemerintah, akademisi, kelompok tani dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi di kawasan lereng Gunung Sumbing.
Pesan utama kegiatan tersebut adalah mencegah kebakaran sejak dini dengan tidak membakar hutan dan lahan, menjaga vegetasi di kawasan lereng, serta mengembangkan pemanfaatan lahan yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.




