Banyak Anak Belum Tahu Cara Aman Menyeberang, Astra Motor Jateng Kenalkan Metode “Berhenti, Dengar, Lihat”
SEMARANG, SemarangSatu.com – Banyak kecelakaan yang melibatkan anak-anak terjadi saat mereka menyeberang jalan. Penyebabnya bukan hanya karena kurang berhati-hati, tetapi juga karena belum terbiasa mengenali tanda bahaya dari suara kendaraan yang datang lebih dulu sebelum terlihat.
Momentum Hari Anak Nasional 2026 dimanfaatkan Safety Riding Main Dealer Astra Motor Jawa Tengah untuk memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada 56 siswa SDN Pandean Lamper 5, Kota Semarang, Kamis (23/7/2026). Materi yang diberikan tidak sekadar mengenalkan rambu lalu lintas, tetapi juga melatih refleks anak saat berada di tepi jalan.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Suko Edi, memperkenalkan metode sederhana “Berhenti, Dengar, Lihat, Baru Menyeberang”. Menurutnya, banyak anak langsung berlari menyeberang tanpa memastikan kondisi lalu lintas benar-benar aman.
Dalam praktiknya, siswa diajarkan berhenti di tepi jalan, mendengarkan suara kendaraan dari berbagai arah, kemudian melihat kondisi lalu lintas ke kanan dan kiri sebelum melangkah menyeberang. Cara sederhana ini diharapkan menjadi kebiasaan yang melekat dalam aktivitas sehari-hari.
“Edukasi mengenai keselamatan saat menyeberang jalan dan berlalu lintas tidak hanya ditujukan bagi orang dewasa, tetapi juga bagi anak-anak sebagai pengguna jalan. Oleh karena itu, pendidikan keselamatan berlalu lintas perlu diberikan sejak dini agar anak memahami berbagai hal yang harus diperhatikan, seperti mengenali rambu lalu lintas, serta mengetahui tata cara menyeberang jalan yang benar dan aman,” kata Suko Edi.
Agar materi lebih mudah dipahami, Astra Motor Jawa Tengah juga mengenalkan aplikasi edukasi interaktif yang berisi animasi, gambar, permainan, hingga kuis mengenai berbagai suara di jalan raya. Media digital tersebut dirancang untuk membantu anak mengenali situasi lalu lintas melalui cara belajar yang lebih menyenangkan.
Pada kesempatan tersebut, Astra Motor Jawa Tengah juga menyerahkan 20 helm Honda berstandar SNI kepada pihak sekolah. Bantuan itu menjadi simbol kampanye keselamatan berkendara sekaligus mengajak guru untuk ikut menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada para siswa.
Menurut Astra Motor Jawa Tengah, pembentukan budaya keselamatan tidak cukup dilakukan sekali melalui sosialisasi. Peran guru dan orang tua menjadi kunci agar kebiasaan sederhana seperti berhenti, mendengar, dan melihat sebelum menyeberang dapat diterapkan anak setiap hari.




