Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dipangkas, Kurangi Manuver Berbahaya Pemotor

 

Pulau Jalan Exit Tol Bawen Diubah, Penggabungan Lajur Motor Kini Lebih Aman

 

SEMARANG, SemarangSatu.com – Rekayasa lalu lintas di kawasan Exit Tol Bawen terus disempurnakan. Setelah jalur khusus sepeda motor diterapkan, kini pulau jalan di simpang Exit Tol Bawen arah Salatiga dipangkas agar pengendara tidak lagi melakukan manuver tajam saat bergabung ke jalur utama.

Perubahan konstruksi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut hasil evaluasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang terhadap penerapan kanalisasi sepeda motor yang diberlakukan sejak H-10 Lebaran. Evaluasi menunjukkan bentuk pulau jalan yang terlalu menyudut membuat pengendara, terutama sepeda motor, harus mengurangi kecepatan dan bermanuver saat kembali ke jalur lurus.

Kepala Dishub Kabupaten Semarang, Djoko Noerjanto, mengatakan penerapan jalur khusus sepeda motor sejauh ini berjalan cukup efektif. Meski masih ditemukan sejumlah pengendara yang belum mematuhi aturan, sebagian besar pemotor telah memanfaatkan lajur yang disediakan.

“Evaluasi kami menunjukkan masih ada kendala pada pulau jalan dari arah Bawen menuju Salatiga. Bentuknya terlalu menyudut sehingga kendaraan yang bergabung ke lajur utama masih harus melakukan manuver,” katanya.

Menurut Djoko, perubahan konstruksi mulai dikerjakan sejak Jumat lalu oleh PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) setelah melalui koordinasi dan mendapat persetujuan dari PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pemilik aset Variable Message Sign (VMS) yang berada di lokasi.

Ia mengakui proses persetujuan tidak berlangsung singkat karena perubahan desain harus menyesuaikan keberadaan aset VMS agar tetap berfungsi.

“Alhamdulillah akhirnya disetujui. Harapannya pengguna sepeda motor yang menggunakan lajur khusus bisa bergabung kembali ke jalur utama dengan lebih aman, nyaman, dan selamat,” ujarnya.

Djoko menjelaskan, pulau jalan tidak dibongkar seluruhnya. Bagian ujung yang sebelumnya membentuk sudut hampir 90 derajat diubah menjadi lebih landai sehingga kendaraan memiliki ruang gerak yang lebih leluasa saat memasuki jalur utama.

“Pulau jalannya tidak dihilangkan. Kami hanya mengubah bentuknya agar lebih landai karena masih ada aset VMS milik TMJ yang harus dipertahankan,” jelasnya.

Ia memperkirakan bagian pulau jalan yang direkonstruksi memiliki panjang sekitar 15 meter dengan lebar sekitar tiga meter mengikuti bentuk median di lokasi.

Setelah pekerjaan konstruksi rampung, Dishub Kabupaten Semarang akan kembali melakukan sosialisasi kepada pengguna sepeda motor agar memanfaatkan jalur kanalisasi yang telah disiapkan.

“Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada para pengendara. Harapannya seluruh pengendara sepeda motor menggunakan lajur yang sudah disediakan sehingga arus lalu lintas lebih tertib dan keselamatan pengguna jalan semakin meningkat,” pungkasnya.

Rekayasa lalu lintas tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi konflik kendaraan di simpang Exit Tol Bawen, yang selama ini menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari jalan nasional, jalan tol, dan lalu lintas lokal dengan volume kendaraan yang cukup tinggi.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *