Ayah Mozza Menangis: Pulang Ya Kak, di Luar Ngeri

Tangis Ayah Pecah Saat Minta Mozza Pulang: "Ayah Siap Nemenin ke Mana Pun" (Foto: Taufik)

 

Tangis Ayah Pecah Saat Minta Mozza Pulang: “Ayah Siap Nemenin ke Mana Pun”

SEMARANG, SemarangSatu.com – Genap satu tahun sejak Mozza Axillia Gunarsa (18) menghilang, harapan keluarga agar putri mereka segera pulang tak pernah padam. Di balik upaya pencarian yang terus dilakukan, sang ayah, Singgih (42), tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan pesan langsung kepada anak sulungnya.

Dengan suara bergetar, Singgih memohon agar Mozza segera kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga yang hingga kini masih menanti kepulangannya.

“Kak… pulang ya, Kak. Kasihan keluargamu. Di luar ngeri, Kak. Kakak belum siap kalau di luar sendiri. Kasihan adik, mama sama ayahmu,” ucap Singgih sambil menahan tangis, Jumat (10/7/2026) malam.

Menurutnya, sejak awal keluarga selalu berusaha mendampingi setiap langkah Mozza. Bahkan jika putrinya ingin bepergian, ia mengaku selalu siap menemani.

“Dari awal kita memang sudah berjanji untuk bersama-sama toh, Kak? Mau ke mana pun pergi ayah siap nemenin. Ayah bakal ngelepas kamu kalau memang sudah waktunya. Tapi bukan saat ini,” katanya.

Ayah Yakin Mozza Masih Bisa Pulang

Dalam pesannya, Singgih mengatakan yang dibutuhkan Mozza saat ini hanyalah kembali melanjutkan kehidupan yang sempat tertunda, termasuk cita-citanya untuk berkuliah di Universitas Diponegoro (Undip).

“Yang pasti hari ini, saat ini yang kamu butuhkan hanya sekolah. Sesuai apa yang kamu inginkan. Kamu pengin di Undip, pengin ambil Administrasi Bisnis. Dan itu sudah kamu dapatkan.”

Sambil kembali menahan haru, ia terus mengulang permintaannya agar Mozza segera pulang.

“Tolonglah, Kak. Pulang. Pulang, Kak.”

Singgih berharap pesan tersebut dapat didengar oleh putrinya, di mana pun berada.

Ayah Kenang Mozza sebagai Anak Saleh dan Bertanggung Jawab

Di mata Singgih, Mozza dikenal sebagai anak yang sederhana, bertanggung jawab, dan tidak pernah menyulitkan orang tua. Sejak kecil, Mozza disebut memiliki kecerdasan di atas rata-rata dan selalu menyelesaikan tugas sekolahnya sendiri tanpa bergantung kepada orang lain.

Selama duduk di bangku SMK, Mozza juga tidak pernah memiliki konflik dengan keluarga maupun teman-temannya. Bahkan, selama satu tahun terakhir sebelum menghilang, Singgih mengaku selalu mengantar putrinya ke sekolah setiap pagi untuk memastikan semua kebutuhannya terpenuhi.

“Saya tidak pernah menuntut anak saya harus ranking satu atau harus jadi apa. Saya hanya minta ngajinya sama salatnya jangan ditinggalkan,” ujarnya.

Ia juga mengenang kebiasaan Mozza yang aktif membantu kegiatan di musala, mulai membagikan sedekah kepada anak-anak hingga ikut membersihkan musala bersama sang ayah.

“Ayah cuma pengin Kakak kayak dulu, anak yang saleh. Saya yakin Kakak masih baik sampai saat ini. Cuma berada di lingkungan yang salah,” katanya.

Keluarga Masih Terus Mencari Jejak Mozza

Selama setahun terakhir, keluarga mengaku tidak pernah berhenti mencari keberadaan Mozza. Berbagai informasi dari masyarakat terus ditindaklanjuti dan disampaikan kepada Polres Semarang.

Singgih mengungkapkan, dirinya bahkan telah mendatangi seluruh basecamp pendakian di Jawa Tengah hingga Jawa Timur, termasuk kawasan Bromo dan Merbabu, karena mengetahui putrinya memiliki hobi mendaki gunung.

Namun, seluruh penelusuran tersebut belum membuahkan hasil.

Meski demikian, keluarga memilih tetap berharap Mozza masih dalam keadaan selamat dan suatu saat dapat kembali ke rumah.

“Harapan saya seperti dari awal, kita bisa kumpul kembali seperti keluarga yang dulu. Mozza bisa pulang, berkumpul lagi sama keluarga dan melanjutkan sekolahnya yang sempat tertunda,” ucap Singgih.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *