Setahun Mozza Hilang, Tangis Adik Pecah: Aku Sayang Banget Sama Kakak
SEMARANG, SemarangSatu.com – Sudah satu tahun Mozza Axillia Gunarsa (18), warga Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, meninggalkan rumah dan tak pernah kembali. Waktu terus berjalan, namun bagi keluarga, penantian itu seolah tak pernah usai. Di antara mereka, sang adik, Orlin, menjadi sosok yang paling merasakan kehilangan.
Tak ada hari tanpa kerinduan. Orlin masih menyimpan harapan sederhana, kakaknya pulang dan kehidupan mereka kembali seperti dulu.
Dengan suara lirih, bocah itu menyampaikan doa yang setiap hari ia panjatkan.
“Kakak sehat-sehat ya, biar cepat pulang. Biar bisa kumpul sama Ayah sama Mama, terus bisa pergi bareng lagi,” ucap Orlin.
Kerinduan Orlin bukan tentang hal-hal besar. Ia hanya ingin kembali menjalani rutinitas bersama sang kakak yang kini tinggal menjadi kenangan.
“Aku kangen bisa satu rumah lagi, bisa jajan lagi sama Kakak, pergi bareng lagi, sama tidur lagi sama Kakak,” katanya.
Sejak Mozza menghilang, Orlin harus tidur sendiri. Baginya, rumah terasa berbeda tanpa sosok kakak yang selalu menemaninya.
Saat diminta menyampaikan pesan jika suatu hari Mozza dapat mendengarnya, Orlin tak mampu membendung rasa harunya.
“Aku sayang sama Kakak. Aku sayang banget sama Kakak. Aku pengen peluk Kakak lagi.”
Kalimat itu kemudian diakhiri dengan harapan yang hingga kini terus ia simpan.
“Cepat pulang ya, Kak. Aku berharap Kakak cepat pulang, biar aku bisa sama Kakak lagi.”
Di tengah penantian keluarga, penyelidikan kasus hilangnya Mozza masih terus dilakukan Satreskrim Polres Semarang. Polisi memastikan belum menghentikan pencarian dan masih mengumpulkan berbagai alat bukti untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi setelah Mozza meninggalkan rumah.
Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengungkapkan, penyelidikan menemukan fakta baru terkait alasan Mozza berpamitan kepada orang tuanya sebelum menghilang.
Saat itu, Mozza mengirim pesan WhatsApp kepada orang tuanya sekitar pukul 10.00 WIB. Ia mengaku hendak mengantarkan laptop milik seorang teman di kawasan Makodam Semarang.
Namun, setelah polisi menelusuri keterangan tersebut, fakta yang ditemukan berbeda.
“Kami tidak bisa berasumsi terkait motif dari yang bersangkutan. Berdasarkan informasi awal, yang bersangkutan sempat berpamitan hendak ke rumah temannya karena mengaku sudah memiliki janji. Namun setelah kami lakukan penelusuran, temannya mengaku tidak pernah memiliki janji dengan yang bersangkutan,” kata Bodia.
Menurutnya, hingga kini Mozza yang dilaporkan hilang sejak Rabu, 25 Juni 2025, belum ditemukan.
“Sampai saat ini yang bersangkutan belum ditemukan. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga telah menemukan telepon seluler milik Mozza yang diduga sempat dibuang. Barang bukti tersebut kini menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengungkap jejak keberadaan Mozza.
Penanganan perkara ini mendapat dukungan Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktorat Reserse Siber, serta Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda Jawa Tengah. Polisi juga telah melakukan pencarian ke berbagai wilayah, termasuk hingga Jawa Timur bersama ayah Mozza, Singgih.
Berdasarkan data kepolisian, saat meninggalkan rumah Mozza mengenakan baju putih lengan panjang, berhijab, memakai sandal krem merek Reebok, serta mengendarai sepeda motor Honda Vario 125 hitam bernomor polisi H 5344 ALC tanpa membawa STNK.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai keberadaan Mozza. Sementara penyelidikan terus berjalan, keluarga memilih bertahan dengan harapan yang sama sejak setahun lalu: Mozza kembali pulang dengan selamat. Bagi Orlin, kepulangan sang kakak akan menjadi jawaban atas kerinduan yang selama ini hanya bisa ia sampaikan lewat doa.




