7 Alternatif Judul SEO
- Festival Bunga Bandungan 2026 Arak Bunga Senilai Ratusan Juta Rupiah, 25 Mobil Hias Meriahkan Kirab
- Bunga Fresh Senilai Ratusan Juta Bakal Diarak di Festival Bunga Bandungan 2026
- Bandungan Siapkan Kirab 25 Mobil Hias Bunga, Nilainya Capai Ratusan Juta Rupiah
- Festival Bunga Bandungan 2026 Bidik Event Nasional, Kirab Mobil Hias Jadi Puncak Acara
- Kirab Mobil Hias Festival Bunga Bandungan 2026 Siap Sedot Ribuan Wisatawan
- Festival Bunga Bandungan Angkat Potensi Florikultura, 25 Mobil Hias Bunga Akan Diarak
- Bandungan Promosikan Sentra Bunga Terbesar di Jateng Lewat Festival Bunga 2026
Meta Title
Festival Bunga Bandungan 2026 Arak Bunga Senilai Ratusan Juta Rupiah
Slug
festival-bunga-bandungan-2026-arak-bunga-ratusan-juta
Meta Description
Festival Bunga Bandungan 2026 menghadirkan kirab 25 mobil hias dengan bunga fresh senilai ratusan juta rupiah. Event ini diharapkan naik menjadi agenda nasional.
Focus Keyphrase
Festival Bunga Bandungan 2026
Festival Bunga Bandungan 2026 Arak Bunga Senilai Ratusan Juta Rupiah, Bidik Jadi Event Nasional
SEMARANG, SemarangSatu.com – Ribuan tangkai bunga segar dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah akan menghiasi jalan-jalan di Bandungan, Kabupaten Semarang, dalam Festival Bunga Bandungan 2026. Sebanyak 25 mobil hias dipastikan ambil bagian dalam kirab bunga yang menjadi puncak rangkaian festival pada Minggu, 5 Juli 2026.
Panitia Festival Bunga Bandungan, Sugianto, mengatakan festival tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana memperkenalkan Bandungan sebagai salah satu sentra florikultura terbesar di Indonesia. Melalui kegiatan ini, potensi bunga dari Bandungan dan wilayah sekitarnya diharapkan semakin dikenal masyarakat luas.
“Yang pertama kita pengin mempromosikan hasil bunga kita, bunga yang ada di Bandungan dan sekitarnya untuk lebih banyak dikenal di penjuru negeri, tanah air biar semua mengenal Bandungan, Kabupaten Semarang itu penghasil bunga yang besar,” ujar Sugianto saat jumpa pers di Wahid Bandungan Hotel & Resort, Selasa (30/6/2026).
Ia menuturkan penyelenggaraan festival tahun ini juga diarahkan menjadi lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Harapannya, Festival Bunga Bandungan dapat berkembang menjadi agenda berskala nasional yang mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Terus selanjutnya event kali ini kita berharap lebih gede lagi biar bisa menjunjung menjadi event nasional,” katanya.
Festival diawali pada Jumat, 3 Juli 2026. Hari pertama diisi seminar pertanian yang rencananya menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Florikultura Kementerian Pertanian. Selain itu, panitia juga menggelar kegiatan pengenalan rangkaian buket bunga segar bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari edukasi dan pemberdayaan.
Pada hari yang sama, masyarakat juga disuguhi berbagai pertunjukan seni budaya daerah yang berlangsung sejak sore hingga malam hari.
Rangkaian acara berlanjut pada Sabtu, 4 Juli 2026, dengan sejumlah kegiatan edukatif dan kompetitif. Panitia menyiapkan workshop merangkai bunga, lomba mewarnai bertema bunga untuk anak-anak, serta lomba merangkai bunga yang diikuti berbagai peserta.
Beragam kesenian tradisional kembali ditampilkan sebagai hiburan bagi pengunjung sebelum memasuki puncak festival pada hari berikutnya.
Puncak Festival Bunga Bandungan digelar Minggu, 5 Juli 2026, melalui kirab mobil hias berbahan bunga segar. Arak-arakan dimulai dari halaman Wahid Bandungan Hotel & Resort menuju Alun-alun Bandungan atau Ruang Terbuka Hijau (RTH), kemudian berlanjut ke Lapangan Dajal Getas bersama rombongan peserta pengiring yang menampilkan beragam kesenian dan budaya daerah.
Menurut Sugianto, setiap mobil hias menggunakan bunga segar dengan nilai yang tidak sedikit. Satu unit mobil hias diperkirakan menghabiskan bunga senilai Rp20 juta hingga Rp30 juta.
“Per mobilnya bisa mencapai sekitar 20 sampai 30-an juta per mobil hiasnya,” ungkapnya.
Dengan jumlah peserta sebanyak 25 mobil hias, nilai bunga yang digunakan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Nilai tersebut belum termasuk ornamen tambahan, kendaraan pendukung, serta perlengkapan lain yang digunakan masing-masing peserta.
“Tahun ini ada 25 peserta yang berpartisipasi,” kata Amir.
Amir menjelaskan, panitia juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan festival sebelumnya, khususnya pada tradisi rebutan bunga yang selalu menjadi perhatian masyarakat. Tahun ini mekanisme pembagian bunga diubah agar berlangsung lebih aman dan tertib.
“Sebagai bentuk evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya, prosesi ‘rebutan bunga’ kali ini dikonsep lebih tertib. Begitu rombongan masuk lapangan, panitia yang akan membagikan bunganya secara langsung kepada masyarakat, jadi bukan warga yang berebut sendiri untuk menghindari kericuhan,” ujar Amir.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, menilai Festival Bunga Bandungan layak mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah daerah. Menurutnya, Bandungan memiliki identitas kuat sebagai daerah penghasil bunga terbesar di Jawa Tengah sehingga membutuhkan sebuah agenda wisata yang mampu mengangkat potensi tersebut secara berkelanjutan.
“Event ini muncul dari bawah (akar rumput) sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen. Mestinya ini sudah masuk kalender event kabupaten dan didorong ke tingkat nasional,” ujar Bondan.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Semarang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival, termasuk dari sisi penganggaran, tanpa menghilangkan peran masyarakat sebagai penggagas utama.
“Kami berharap Pemkab memberikan dukungan penuh. Ke depan, penganggarannya bisa diambil alih oleh Pemkab, namun pelaksanaannya tetap ditangani secara mandiri oleh petani dan pedagang bunga,” tegasnya.




