Zulhas Sentil Mahasiswa: Pemerintah Siap Dialog, tapi Jangan Diusir!

Zulhas Sentil Mahasiswa: Pemerintah Siap Dialog, tapi Jangan Diusir! (Foto: Taufik)

Zulhas: Demo Silakan, Tapi Jangan Usir Pejabat Saat Dialog di Kampus

SEMARANG, SemarangSatu.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan pemerintah tetap membuka ruang dialog dengan mahasiswa di tengah maraknya kritik terhadap sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia mengingatkan agar forum diskusi tetap dijaga dan tidak diakhiri dengan tindakan mengusir narasumber.

Pernyataan itu disampaikan Zulhas saat menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman DPP PAPDESI serta kolaborasi BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lapangan Kenanga, Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/6/2026).

Dalam sesi wawancara usai acara, Zulhas menegaskan pemerintah siap berdiskusi di mana pun.

“Ya, dialog di mana pun. Ya kan? Tapi jangan diusir, ya kan? Nah, silakan siap dialog,” kata Zulhas.

Saat memberikan sambutan, Zulhas juga mengungkapkan dirinya mendengar akan kembali ada aksi demonstrasi terhadap sejumlah program pemerintah.

“Saudara-saudara sekarang memang lagi rame ya isu-isu. Bahkan saya dengar tanggal 1 ada mau demo lagi. MBG, habis itu nanti yang didemo Kopdes. Jadi rupanya program-program utama Bapak Presiden itu sudah ditandai ya.”

Menurutnya, kritik maupun demonstrasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi Indonesia.

“Tentu satu dua tiga yang paling prioritas itu akan mendapat kritik dari teman-teman. Tentu demo di negara demokrasi kan sesuatu yang biasa. Diskusi di kampus juga saya kira sesuatu yang biasa gitu ya.”

Meski demikian, Zulhas menegaskan ada batas yang harus dijaga dalam menyampaikan aspirasi.

“Yang enggak biasa kalau kita diskusi diusir nah itu saya kira enggak biasa. Atau demo tapi merusak nah itu yang enggak biasa.”

Ia juga menegaskan penyampaian pendapat merupakan hak setiap warga negara.

“Kalau menyampaikan pendapat saya kira itu dalam negara kita yang sudah kita sepakati sebagai negara demokrasi itu suatu yang wajar dan demo itu biasa.”

Pernyataan Zulhas tersebut muncul setelah forum diskusi yang menghadirkan tiga pejabat pemerintah di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 15 Juni 2026, berakhir ricuh. Saat itu, sejumlah mahasiswa menghentikan jalannya diskusi dengan naik ke panggung dan membentangkan spanduk penolakan. Situasi yang memanas membuat tiga narasumber, yakni Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, akhirnya dievakuasi meninggalkan lokasi. Di luar gedung, Nusron dan Sudaryono sempat berdialog dengan massa mahasiswa sebelum akhirnya meninggalkan kawasan kampus.

Dalam kesempatan yang sama, Zulhas menegaskan pemerintah tetap fokus menjalankan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, sembari terus melakukan penyempurnaan tata kelola pelaksanaannya.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *