150 Peserta dari 23 PTS Adu Pukulan di Turnamen Tenis LLDIKTI VI Jawa Tengah
SEMARANG, SemarangSatu.com – Para profesor, doktor, pimpinan, hingga dosen perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Tengah saling beradu pukulan di lapangan tenis.
Bukan sekadar mengejar kemenangan, pertandingan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi dan membangun kolaborasi antarperguruan tinggi swasta setelah Turnamen Tenis LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah vakum selama tujuh tahun.
Turnamen Tenis LLDIKTI VI 2026 digelar pada 28-30 Agustus 2026 di tiga lokasi, yakni Lapangan Tenis LLDIKTI Wilayah VI, Lapangan Tenis Kampus IV Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), dan Lapangan Tenis Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).
Sekitar 150 peserta dari 23 perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Tak hanya dosen dan tenaga kependidikan, sejumlah pimpinan perguruan tinggi ikut turun langsung ke lapangan. Suasana pertandingan pun menjadi lebih cair karena para akademisi yang sehari-hari berkutat dengan dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, kini saling berhadapan dengan raket di tangan.
Ketua Panitia Turnamen Tenis LLDIKTI VI 2026, Adhrial Refaddin, mengatakan turnamen tahun ini mempertandingkan empat kategori.
Keempat kategori tersebut yakni ganda KU 80 tahun, ganda KU 90 tahun, ganda KU 100 tahun, dan ganda eksekutif.
“Kategori ganda akumulasi 90 tahun, ganda 100 tahun dan ganda eksekutif menjadi kategori yang diperkenalkan pada edisi tahun ini,” kata Adhrial.
Kategori ganda KU 80 tahun dan KU 90 tahun masing-masing terbagi dalam enam pool. Sementara kategori KU 100 tahun terbagi dalam delapan pool dan kategori ganda eksekutif terbagi dalam enam pool.
Pembagian pool dilakukan melalui drawing sebelum pertandingan dimulai dan menjadi dasar pelaksanaan pertandingan.
Adhrial menegaskan seluruh pertandingan mengedepankan ketertiban, sportivitas, dan fair play.
“Kami sangat menyadari bahwa dalam penyelenggaraan kegiatan edisi pertama setelah tujuh tahun ini masih terdapat berbagai kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat terbuka terhadap masukan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan penyelenggaraan kegiatan pada masa yang akan datang,” ujarnya.
Sekda Jateng: Olahraga Satukan Perguruan Tinggi
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi kembali digelarnya Turnamen Tenis LLDIKTI VI 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat menjalankan pola hidup sehat.
“Pertandingan tenis yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjaga kesehatan masyarakat,” kata Sumarno.
Di sisi lain, pertandingan tenis antar-PTS tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena mempertemukan para pimpinan dan sivitas akademika perguruan tinggi dalam suasana yang lebih santai.
Menurut Sumarno, interaksi semacam itu dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi di Jawa Tengah.
Ia mendorong perguruan tinggi tidak berhenti menggelar kegiatan olahraga tenis. Berbagai cabang olahraga seperti lari, jalan kaki, bulu tangkis, dan bola voli juga dinilai perlu terus digerakkan.
“Kalau teman-teman mau mempromosikan berbagai olahraga, seperti lari, jalan, tenis, bulu tangkis maupun voli, itu merupakan bagian dari upaya kita mempromosikan olahraga,” tuturnya.
Sumarno menilai semakin banyak kegiatan olahraga yang digelar, semakin besar pula peluang masyarakat tertarik untuk ikut berolahraga.
Ia mencontohkan olahraga lari yang belakangan semakin diminati karena banyaknya event yang diselenggarakan perguruan tinggi, pihak swasta, maupun pemerintah.
Tak Berhenti di Turnamen Tenis
Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Aisyah Endah Palupi, mengatakan turnamen tenis menjadi langkah awal untuk kembali menyatukan dan mempererat hubungan antarperguruan tinggi swasta di Jawa Tengah.
Tenis dipilih karena LLDIKTI Wilayah VI saat ini memiliki fasilitas lapangan yang dinilai layak digunakan untuk pertandingan.
Lapangan tersebut sebelumnya diperbaiki dengan dukungan dari sejumlah perguruan tinggi swasta.
“Untuk pertama kali, kita menggalakkan kembali penyatuan seluruh PTS di wilayah LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. Memang kami memilih tenis karena ketersediaan lapangan tenis yang ada di wilayah LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah,” jelas Aisyah.
Menurut Aisyah, kegiatan olahraga antar-PTS nantinya tidak hanya berhenti pada turnamen tenis.
LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah berencana mengembangkan kegiatan serupa melalui cabang olahraga lain, seperti bulu tangkis, tenis meja, dan bola voli.
Pertandingan olahraga tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan informal bagi pimpinan, dosen, dan sivitas akademika PTS untuk membangun komunikasi serta jejaring.
Aisyah berharap interaksi yang terbangun di lapangan olahraga dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, termasuk dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Dari situlah kami berharap ada ide-ide yang muncul untuk memberikan solusi bagi berbagai permasalahan di masyarakat, misalnya melalui penelitian-penelitian di perguruan tinggi yang berkembang dari hasil pembicaraan dalam pertemuan-pertemuan olahraga ini,” ungkapnya.
UPGRIS dan Unimus dipilih sebagai co-host Turnamen Tenis LLDIKTI VI 2026 karena berada di Kota Semarang dan memiliki fasilitas lapangan tenis yang dapat digunakan untuk pertandingan secara paralel.
Aisyah mengatakan penyelenggaraan kegiatan olahraga berikutnya juga terbuka untuk melibatkan perguruan tinggi swasta lainnya.
“Jadi, tidak menutup kemungkinan nanti akan berkolaborasi dengan PTS yang lain untuk cabang olahraga yang lain,” pungkasnya.




