Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Pembersihan Eceng Gondok dari Tengah Kali Banger
SEMARANG — Di tengah hamparan eceng gondok yang menutupi permukaan Kali Banger, sebuah perahu karet bergerak perlahan membelah jalur air. Di atasnya berdiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., bersama prajurit dan petugas yang terlibat dalam aksi pembersihan kawasan sungai di Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Jumat (21/8/2026).
Pemandangan itu menjadi perhatian dalam kegiatan Karya Bakti yang digelar memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, HUT ke-81 TNI, dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro.
Alih-alih hanya memantau dari darat, Pangdam memilih turun langsung ke area yang dipenuhi gulma air. Menggunakan perahu karet, ia bersama personel TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat menyisir kawasan yang hampir tertutup eceng gondok.
Dari kejauhan, permukaan Kali Banger tampak lebih menyerupai hamparan hijau dibanding aliran sungai. Tumpukan eceng gondok yang tumbuh lebat menutupi sebagian besar area perairan sehingga membutuhkan penanganan khusus.
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan sebelum seluruh peserta bergerak menuju titik-titik pembersihan. Fokus utama diarahkan pada pengangkatan eceng gondok dan sampah yang berpotensi menghambat aliran air di sekitar Rumah Pompa Kali Banger.
Semangat gotong royong terlihat saat prajurit TNI, anggota Polri, petugas instansi terkait, dan warga bekerja berdampingan membersihkan kawasan sungai. Sebagian peserta berada di daratan, sementara tim lainnya bergerak melalui jalur air menggunakan perahu.
Selain aksi pembersihan lingkungan, Pangdam IV/Diponegoro juga menyerahkan 100 paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dipantau melalui video conference untuk mengoordinasikan pelaksanaan Karya Bakti di sejumlah wilayah lainnya.
Usai pembersihan, suasana berubah lebih akrab. Para peserta yang sejak pagi berjibaku membersihkan sungai berkumpul dalam tradisi makan bersama beralaskan daun pisang. Momen sederhana itu menjadi simbol kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Karya Bakti ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan dan kelancaran aliran sungai, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.




