Pameran Keris Semarang saat Bulan Suro, Ratusan Pusaka Dipamerkan di Wisma Perdamaian

Pameran Keris Semarang saat Bulan Suro, Ratusan Pusaka Dipamerkan di Wisma Perdamaian (Foto: Ist)

 

Pameran Keris Semarang Jadi Ajang Edukasi Warisan Budaya Nusantara

SEMARANG, SemarangSatu.com– Pameran Keris Semarang menjadi salah satu agenda budaya yang paling menyita perhatian masyarakat saat Bulan Suro tahun ini. Digelar di Wisma Perdamaian Kota Semarang pada 26-28 Juni 2026, pameran tersebut menghadirkan ratusan keris dan pusaka Nusantara, lengkap dengan demonstrasi pembuatan keris oleh seorang mpu menggunakan peralatan tradisional.

Begitu memasuki ruang pameran, pengunjung disambut deretan keris, tombak, pedang, hingga berbagai tosan aji yang tertata rapi di meja-meja display. Koleksi tersebut berasal dari komunitas pecinta pusaka di Semarang, Solo, Salatiga, Kendal, Demak, dan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.

Daya tarik utama Pameran Keris Semarang bukan hanya koleksi pusakanya. Di salah satu sudut ruangan, seorang mpu memperagakan proses menempa keris secara langsung menggunakan tungku arang, palu, dan landasan besi tradisional.

Suara dentingan palu berpadu dengan percikan api dari besi membara membuat banyak pengunjung berhenti untuk menyaksikan proses yang kini semakin jarang ditemui. Tidak sedikit pengunjung mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam.

Bulan Suro, Ratusan Keris dan Pusaka Nusantara Dipamerkan di Wisma Perdamaian (Foto: ist)

Pameran Keris Semarang Jadi Sarana Edukasi Budaya

Ketua Sanggar Tosan Aji Semarang, Karmanto, yang akrab disapa Dhee Karman, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang sebagai sarana edukasi budaya.

“Acara ini kami mengisi untuk edukasi pusaka,” katanya.

Menurut Dhee Karman, masyarakat perlu mengetahui bahwa keris bukan sekadar benda koleksi, melainkan hasil karya budaya yang mengandung nilai sejarah, filosofi, seni, dan teknologi tempa logam yang telah diwariskan turun-temurun.

Karena itu, demonstrasi menempa keris sengaja dihadirkan agar masyarakat dapat memahami proses panjang lahirnya sebuah pusaka, mulai dari pembakaran besi, penempaan, hingga pembentukan bilah sesuai pakem para empu.

Selain melihat proses pembuatan keris, pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan konsultasi pusaka yang dibuka selama pameran bekerja sama dengan Paguyuban SESAJI Semarang. Masyarakat bisa berkonsultasi mengenai jenis keris, tangguh, sejarah, hingga perawatan pusaka yang dimiliki.

Bulan Suro Momentum Melestarikan Warisan Nusantara

Menurut Dhee Karman, Bulan Suro menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan kembali budaya Nusantara kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia berharap Pameran Keris Semarang mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap keris, bukan sebagai benda mistis, tetapi sebagai karya budaya bangsa yang memiliki nilai tinggi dan telah diakui dunia.

Selain pameran keris, kegiatan juga dimeriahkan pertunjukan seni tari, pameran batu mulia, lukisan, seni otomotif, bakti sosial, hingga pengukuhan pengurus DPC Ikatan Paritrana Indonesia Kota Semarang.

 

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *